Berita  

Tangani Banjir, Pemkab Lamongan Gerak Cepat Salurkan 14,5 Ton Beras dan 14 Pompa Air

Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara saat dikonfirmasi awak media (Foto : Suprapto)

LAMONGAN, SRTV.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mengintensifkan penanganan banjir dengan memprioritaskan distribusi bantuan logistik, pelayanan kesehatan, serta keberlanjutan akses pendidikan bagi warga terdampak di lima kecamatan, yakni Kalitengah, Glagah, Turi, Deket, dan Karangbinangun.

Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menyampaikan bahwa hingga saat ini total bantuan beras yang telah disalurkan mencapai 14,5 ton. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 17.623 jiwa yang terdampak banjir.

“Target distribusi bantuan beras kami sebesar 24 ton. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, kami telah berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional dan pemerintah provinsi agar tambahan cadangan beras segera tersedia,” ujar Dirham, Sabtu (17/1/2026).

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan pangan telah menjangkau lebih dari 26 desa dari total 44 desa terdampak. Proses pendataan terus diperbarui secara berkala melalui laporan pemerintah desa dan kecamatan guna memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.

Selain bantuan pangan, Pemkab Lamongan juga memberikan perhatian serius pada aspek kesehatan dan keselamatan warga. Layanan kesehatan gratis disiapkan di setiap desa terdampak, sementara seluruh camat diminta siaga penuh untuk merespons kondisi darurat di wilayah masing-masing.

“Kami pastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal. Para camat juga diminta selalu siap jika terjadi situasi yang memerlukan penanganan cepat,” katanya.

Di sektor pendidikan, pemerintah daerah menerapkan kebijakan penyesuaian pembelajaran. Sekolah yang terdampak banjir cukup parah melaksanakan kegiatan belajar secara daring. Sementara sekolah yang masih memungkinkan pembelajaran tatap muka difasilitasi dengan dukungan transportasi bagi siswa.

“BPBD menyiapkan perahu karet, sedangkan Polres Lamongan membantu dengan armada truk untuk mengantar siswa ke sekolah,” jelas Dirham.

Untuk mempercepat penurunan genangan air, Pemkab Lamongan mengoptimalkan kolaborasi lintas instansi, melibatkan BPBD, Dinas Kesehatan, serta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi. Saat ini, sebanyak 14 unit pompa air dioperasikan di wilayah Babat, Kuro, dan Melik.

Khusus di wilayah Kuro, jam operasional pompa diperpanjang dari sebelumnya pukul 08.00–16.00 WIB menjadi pukul 07.00–20.00 WIB, dengan kapasitas total mencapai 9.500 liter per detik. Pompa-pompa tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, termasuk Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Lamongan, Dinas PUSDA Jawa Timur, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian penanganan sesuai kondisi di lapangan agar beban masyarakat di 44 desa terdampak dapat segera diringankan,” pungkasnya.***

Reporter: Suprapto
Editor: AMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *