TULUNGAGUNG, SRTV.CO.ID — Seorang pria berinisial TBS (34), warga Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, ditemukan meninggal dunia di dalam warung nasi goreng miliknya, Kamis (8/1/2026). Korban diduga meninggal akibat gantung diri.
Hingga saat ini, motif di balik peristiwa tersebut masih belum diketahui secara pasti. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Kapolsek Pagerwojo, AKP Guruh Yudhi Setiawan, menjelaskan peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 09.30 WIB. Calon istri korban, NP (30), yang berniat menemui korban, merasa curiga karena tidak mendapatkan kabar dan upaya menghubungi korban tidak membuahkan hasil.
Merasa khawatir, NP kemudian mengajak seorang saksi lain berinisial DZ (40) untuk mencari keberadaan korban. Keduanya mendatangi warung nasi goreng milik korban yang berlokasi di Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo.
“Sesampainya di lokasi, warung dalam kondisi tidak terkunci. Para saksi mengira korban berada di dalam,” ujar AKP Guruh, Kamis (8/1/2026).
Namun, saat memeriksa area dapur, para saksi menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan posisi tergantung. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Kepala Desa Mulyosari dan diteruskan ke Polsek Pagerwojo.
Petugas kepolisian bersama Tim Inafis Polres Tulungagung serta tenaga medis dari Puskesmas Pagerwojo segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengamanan area, dan pemeriksaan awal terhadap jenazah.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal akibat gantung diri,” jelasnya.
AKP Guruh menambahkan, pihak keluarga telah membuat surat pernyataan menerima kejadian tersebut dengan ikhlas serta tidak menuntut pihak mana pun, baik secara perdata maupun pidana. Jenazah korban selanjutnya dimakamkan di pemakaman umum setempat.
Meski demikian, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui latar belakang yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.*
Reporter: Sholeh Sirri
Editor: AMS












