Berita  

Sebulan Diserang Pathek, Panen Cabai di Pace Nganjuk Merosot Tajam

Nganjuk, SRTV.CO.ID – Serangan hama pathek atau antraknosa menghantam puluhan hektar tanaman cabai milik petani di Desa Jatigreges, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk.

Kondisi yang terjadi selama satu bulan terakhir ini menyebabkan kerusakan masal dan penurunan hasil panen hingga puluhan persen.

Pemicu meluasnya hama pathek diduga akibat curah hujan tinggi yang terjadi pada malam hari secara terus-menerus.

Gejala awal muncul berupa bintik-bintik hitam pada buah cabai, yang kemudian menyebar cepat ke seluruh bagian pohon.

Akibatnya, buah cabai yang seharusnya siap panen justru mengalami pembusukan di batang.

Kerusakan ini melanda sedikitnya 10 hektar lahan cabai di seluruh desa.

Untuk meminimalkan kerugian, sebagian petani memilih membiarkan tanaman yang terserang tanpa penanganan khusus.

Hal ini dilakukan karena biaya penggunaan obat-obatan dinilai sudah tidak sebanding dengan hasil yang akan didapat.

Dwinoto, salah satu petani cabai setempat, mengaku sangat terpukul dengan kondisi ini.

Dengan modal tanam lebih dari 5 juta rupiah, keuntungan yang diperoleh kini sangat minim.

Jika dihitung secara keseluruhan, para petani justru mengalami kerugian besar.

“Kalau panen sebelumnya saya bisa dapat untung 15 sampai 20 juta rupiah, tapi panen kali ini turun drastis sampai 60 persen dari hasil normal,” ujarnya, Minggu (18/1/2026).

Ia menambahkan bahwa dirinya kini hanya bisa pasrah.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk memberantas hama, mulai dari pemberian kalsium pertanian, pupuk, hingga penyemprotan obat-obatan.

Petani juga rutin menyiram tanaman pada pagi hari untuk membilas sisa air hujan, namun seluruh upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Para petani di Desa Jatigreges berharap Pemerintah Kabupaten Nganjuk segera menerjunkan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk meninjau langsung kondisi di lapangan dan memberikan solusi nyata atas serangan hama pathek yang kian meresahkan ini.

Reporter : Tim Reporter SRTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *