Berita  

Polisi Tangkap Residivis Penipuan Modus Pasang Rak dan CCTV, Jejak Terendus dari Suzuki Satria

Pelaku saat diamankan dan digelandang ke kantor polisi. (aziz)

BLITAR, SRTV.CO.ID – Aksi penipuan dengan modus berpura-pura mendapat perintah memasang etalase dan CCTV dibongkar Satreskrim Polsek Srengat, Kabupaten Blitar. Pelaku merupakan residivis kambuhan yang telah beberapa kali keluar-masuk penjara.

Pelaku berinisial Suryono (52), warga Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, ditangkap di rumahnya bersama barang bukti berupa sepeda motor, helm, dan perlengkapan yang digunakan saat beraksi.

“Pelaku sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan,” ujar Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar, Jumat (30/1/2026).

Korban bernama Eva Agustina (26), pemilik Toko Tembakau Sumber Roso di Jalan Kawi, Kelurahan Kauman, Kecamatan Srengat. Korban mengalami kerugian Rp2 juta setelah uang dibawa kabur pelaku.

Modus yang digunakan yakni pelaku berpura-pura menerima telepon dari seseorang yang disebut sebagai pemilik toko. Percakapan itu dilakukan di depan penjaga toko untuk meyakinkan korban bahwa ia ditugasi memasang rak dan CCTV.

Kejadian berlangsung pada Kamis, 21 Agustus 2025 sekitar pukul 11.30 WIB. Pelaku datang seorang diri menggunakan sepeda motor Suzuki Satria, mengenakan helm merah, kaus berkerah motif garis biru-putih, celana jeans pendek, dan masker.

Korban yang tidak curiga menyerahkan uang sesuai permintaan. Setelah dikonfirmasi ke pemilik toko, diketahui tidak ada pesanan pemasangan sehingga korban melapor ke polisi.

Dari penyelidikan dan rekaman CCTV sekitar lokasi, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku hingga akhirnya melakukan penangkapan.

Dalam catatan kepolisian, Suryono merupakan residivis kasus penipuan serupa. Ia pernah dipenjara di Lapas Ponorogo pada 2017 dan Lapas Trenggalek pada 2024. Pelaku juga mengaku telah beraksi di sejumlah wilayah Blitar sejak Agustus 2025 hingga Januari 2026, di antaranya Srengat, Wonodadi, Talun, dan Kademangan.

Saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain.***

Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : AMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *