KEDIRI, SRTV.CO.ID — Kawasan Taman Pinggir Kali (Pinka) Paron di Simpang Lima Gumul (SLG) kini tampil semakin nyaman dan menarik. Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memasang 30 unit kursi taman baru di sepanjang jalur pedestrian guna mempercantik kawasan sekaligus menambah fasilitas bagi pengunjung.
Pemasangan kursi taman tersebut merupakan bagian dari upaya penataan ruang publik agar lebih representatif sebagai area bersantai dan rekreasi terbuka bagi masyarakat. Kehadiran kursi taman diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung saat menikmati suasana hijau di kawasan Pinka Paron.
Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, melalui Kepala Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan, Weni Artanti, menyampaikan bahwa penambahan kursi taman menjadi bagian dari penataan street furniture di kawasan pedestrian.
“Kursi taman ini didesain dengan bentuk yang unik dan estetis untuk menunjang kenyamanan pengunjung sekaligus memperindah kawasan pedestrian Kali Paron,” ujar Weni.
Sebanyak 30 unit kursi tersebut dipasang merata di sepanjang jalur pedestrian agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. DLH juga mengimbau pengunjung untuk ikut menjaga fasilitas yang telah disediakan agar tetap awet dan tidak mengalami kerusakan.
Selain pemasangan kursi, DLH Kabupaten Kediri juga menugaskan petugas khusus untuk melakukan pemantauan dan perawatan rutin. Pengawasan dilakukan guna memastikan kondisi kursi tetap layak pakai serta menjaga kebersihan dan keasrian taman melalui penyiraman dan penyiangan tanaman.
“Petugas kami secara rutin melakukan perawatan agar tanaman tetap hijau dan kawasan taman terjaga dengan baik,” jelasnya.
Terkait aktivitas pedagang, DLH menegaskan bahwa jalur pedestrian Taman Pinka Paron tidak diperbolehkan digunakan untuk berjualan secara menetap. Area khusus pedagang telah disediakan di sisi utara kawasan, sementara pedagang keliling masih diperkenankan selama tidak menetap.
“Kami berharap kawasan pedestrian tetap bersih, rapi, dan nyaman. Peran serta masyarakat sangat penting agar taman ini bisa terus dimanfaatkan sebagai ruang publik yang aman dan menyenangkan,” pungkas Weni.*
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor: AMS












