Nganjuk, SRTV.CO.ID – Akses vital pertanian warga Desa Bagor Wetan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk kini memasuki babak baru. Melalui program strategis Presiden RI yang disalurkan lewat TNI, Kodim 0810 Nganjuk memulai pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda.
Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan simbol kembalinya semangat gotong royong masyarakat yang sempat memudar. Dengan panjang bentangan mencapai 60 hingga 90 meter, jembatan ini akan menggantikan struktur lama yang kondisinya sangat memprihatinkan.
Kepala Desa Bagor Wetan, Sugeng Anto (41), mengungkapkan bahwa jembatan lama tersebut merupakan peninggalan tahun 1980-an yang sudah berusia sekitar 46 tahun. Selama puluhan tahun, warga hanya melakukan perbaikan seadanya.
“Jembatan itu sudah ada sejak tahun 1980. Besinya sudah tua sekali. Bahkan sudah pernah putus dua kali. Selama ini kalau rusak cuma dibenahi sedikit-sedikit karena anggaran tidak mencukupi, sampai-sampai lebarnya menyempit dari 180 cm menjadi 120 cm di bagian tengah,” ujar Sugeng saat ditemui di lokasi pembangunan.
Berbeda dengan proyek infrastruktur pada umumnya, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda ini mengedepankan sinergi antara prajurit TNI dan warga setempat. Program dari Pemerintah Pusat di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto ini mewajibkan adanya unsur swadaya dan kerja bakti.
“Program ini menumbuhkan lagi rasa gotong royong yang dulunya sempat mulai hilang. Kalau jembatan biasa kan kita terima jadi, tapi kalau ini beda. Kita dapat jembatan, tapi juga harus gotong royong sama TNI. Bahkan kalau anggaran ada kurangnya, harus ada swadaya dari desa,” jelas Sugeng.
Ia menambahkan bahwa antusiasme warga sangat tinggi menyambut proyek ini.
“Saya sebagai Kepala Desa sangat senang, warga juga luar biasa antusiasnya. Kemarin saat rapat musyawarah, warga menyatakan siap bekerja sama demi kelancaran pembangunan ini”, jelasnya.
Manfaat pembangunan jembatan ini dirasakan langsung oleh warga, salah satunya Fauzan (60). Sebagai petani, ia mengaku sangat terbantu karena jembatan tersebut merupakan jalur utama menuju ladang.
“Tentu saya merasa sangat senang. Jembatan ini yang menghubungkan rumah saya dengan ladang. Kalau jembatannya bagus dan lebar, kami angkut hasil panen jadi lebih mudah dan aman,” kata Fauzan.
Rencananya, jembatan baru ini akan dibuat seragam dengan lebar 180 cm dari ujung selatan hingga utara, sehingga akses transportasi warga dan hasil pertanian akan jauh lebih lancar dibandingkan sebelumnya,
Reporter : Etna Laela
Editor : Tim Redaksi SRTV
