Berita  

Wilayah Selatan Nganjuk Jadi Prioritas, Bupati Marhaen Paparkan Peta Kerawanan Bencana Longsor dan Banjir

Nganjuk, SRTV.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Nganjuk mempercepat respons terhadap bencana alam dengan mengaktifkan layanan Call Center 112, sementara Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, memaparkan secara garis besar peta kerawanan bencana di wilayahnya yang kini memasuki bulan-bulan kritis.

Fokus utama perhatian pemerintah kini tertuju pada ancaman longsor dan banjir, terutama di kawasan Nganjuk bagian selatan.

Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen ini menjelaskan bahwa kerawanan bencana di Nganjuk terbagi menjadi dua ancaman mayor: tanah longsor dan banjir.

Menurut Kang Marhaen, kerawanan longsor tertinggi berpusat di wilayah selatan Nganjuk, dengan daerah Sawahan dan Ngetos sebagai titik paling rawan.

“Selatan itu rawan longsor, daerah Sawahan, Ngetos. Yang terutama Ngetos ya, kapan hari juga tanahnya sudah retak,” jelas Kang Marhaen, pada Jumat (28/11/2025).

Kondisi tanah yang sudah menunjukkan keretakan di Ngetos menjadi indikasi serius yang membutuhkan penanganan dan antisipasi cepat dari semua pihak.

Selain longsor, kawasan selatan Nganjuk juga menghadapi ancaman banjir yang cukup tinggi dalam dua tahun terakhir.

Kang Marhaen menduga peningkatan intensitas banjir ini mungkin dipicu oleh penanganan saluran air yang kurang optimal.

“Kemudian yang kedua banjir. Banjir sekarang yang perlu kita antisipasi di daerah Selatan. Banjir itu mungkin karena penanganan saluran air ini yang kurang optimal. Karena apa? Dulu itu aman, sekarang, 2 tahun terakhir ini sering banjir, termasuk yang daerah Rejoso,” bebernya.

Meskipun demikian, ia mencontohkan bahwa langkah-langkah penanganan telah menunjukkan hasil positif di beberapa lokasi, seperti di Kedungdowo dan daerah Tanjung di Nganjuk Kota, yang kini kondisinya sudah aman dari banjir.

Ancaman lain yang turut menjadi perhatian adalah tingginya insiden pohon tumbang. Hal ini disebabkan oleh faktor usia pohon-pohon yang sudah tua.

“Termasuk yang paling banyak pohon tumbang di Nganjuk itu karena pohonnya lama-lama, sehingga waktunya regenerasi,” ujarnya.

Dalam rangka meningkatkan kecepatan penanganan, Pemerintah Kabupaten Nganjuk mendorong penggunaan Call Center 112 sebagai jalur utama dan tercepat pelaporan setiap kejadian bencana yang ditemui. Layanan tanggap darurat ini tersedia 24 jam non-stop dan akan diperluas jangkauannya melalui platform digital seperti WhatsApp.

“Dalam rangka antisipasi, seperti di bulan-bulan begini banyak sekali ya seperti pohon tumbang, maka segera laporkan di 112, 112 online setiap saat nanti juga akan bentuknya ada yang bentuk WA,” tegasnya.

Ia menekankan, jalur pelaporan yang cepat ini bertujuan untuk mempercepat respons tim di lapangan.

“Ini untuk mempercepat penanganan bencana di Kabupaten Nganjuk. Gaspol pokoknya!,” katanya.

Menutup keterangannya, Kang Marhaen menegaskan bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab kolektif.

“Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat, dan pengusaha,” pungkasnya.

Reporter : Inna Dewi Fatimah
Editor : Tim Redaksi SRTV

Exit mobile version