NGANJUK, SRTV.CO.ID – Musim penghujan kali ini kembali membawa kekhawatiran bagi warga Desa Kedungdowo, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk. Pasca putusnya jembatan desa beberapa waktu lalu, sisi barat jembatan yang menjadi bagian dari jalan penghubung antar desa kini menghadapi masalah longsor yang berulang dan semakin mendekati pemukiman penduduk.
“Longsor terjadi secara berkala pada saat turun hujan. Hingga sekarang hanya tinggal empat meter saja dari pemukiman penduduk,” ujar Sutikno, perangkat Desa Kedungdowo. Sabtu (14/2/2026)
Jalan yang biasanya menjadi akses utama kendaraan roda dua maupun roda empat, saat ini telah ditutup untuk kendaraan roda empat oleh pemerintah desa. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan karena kondisi jalan yang sudah sangat membahayakan bagi pengguna jalan, terutama saat curah hujan tinggi dan aliran air semakin deras di sisi jembatan.
“Sangat khawatir, apalagi saat musim hujan. Longsor semakin melebar mendekati rumah saya,” ungkap Sumadi, salah satu warga yang rumahnya berada di dekat lokasi longsor.
Kondisi longsor yang terus menggerus menjadi tantangan besar bagi pemerintah desa dan masyarakat setempat. Air hujan yang tidak dapat mengalir dengan lancar akibat kerusakan jembatan diperkirakan menjadi salah satu faktor utama yang memperparah erosi dan pergeseran tanah di lokasi tersebut.
“Kita terus memantau kondisi setiap hari, terutama saat hujan turun deras. Upaya sementara dilakukan untuk mengendalikan aliran air, namun perlu penanganan yang lebih menyeluruh,” tambah Sutikno dalam keterangan selanjutnya.
Warga berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan konkret, baik dalam bentuk perbaikan jembatan maupun pembangunan sistem drainase yang mampu mengarahkan aliran air dengan tepat, agar longsor tidak lagi mengancam keamanan dan aksesibilitas di wilayah tersebut.
Reporter : Ahmad Zaki
Editor : Tim Redaksi SRTV
