srtvIndeks
Berita  

Warga Tanami Jalan Rusak dengan Pohon Pisang, Pemerintah Kabupaten Tulungagung Targetkan 50 Persen Perbaikan Rampung 2026

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo saat memberikan pernyataan terkait pembangunan jalan rusak di Tulungagung (isal)

Tulungagung, SRTV.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tulungagung merespons aksi protes warga yang menanami ruas jalan rusak dengan pohon pisang sebagai simbol kekecewaan terhadap kondisi infrastruktur. Pemkab memastikan, sebanyak 50 persen jalan rusak di wilayahnya ditargetkan selesai diperbaiki hingga akhir 2026.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan bentuk kritik yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang patut dihargai.

Ia menekankan, pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai masukan demi mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk pada sektor infrastruktur yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga.

“Kami tidak mempermasalahkan, ini bagian dari aspirasi masyarakat dan tentu kami menghargainya,” ujar Gatut, Selasa (3/3/2026).

Menanggapi keluhan tersebut, Gatut menjelaskan sejumlah ruas jalan yang diprotes, seperti di Kecamatan Ngunut, Sumbergempol, dan Kalidawir, sebenarnya telah masuk dalam rencana pembangunan. Ia menilai aksi protes terjadi karena minimnya informasi yang diterima masyarakat terkait jadwal perbaikan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, telah meninjau langsung beberapa titik jalan yang ditanami pohon pisang dan memberikan penjelasan kepada warga bahwa perbaikan akan segera direalisasikan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Menurutnya, sosialisasi program pembangunan perlu diperkuat agar masyarakat memahami progres dan rencana yang telah disusun pemerintah. Karena itu, Pemkab Tulungagung berkomitmen meningkatkan penyampaian informasi secara lebih masif guna mencegah kesalahpahaman.

Ia memastikan, hingga penghujung 2026, setidaknya 50 persen ruas jalan rusak di Kabupaten Tulungagung dapat tertangani, dengan prioritas pada jalan protokol yang menjadi urat nadi mobilitas warga serta aktivitas perekonomian.

“Kami optimistis kondisi infrastruktur jalan akan semakin baik sehingga mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.*

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: AMS

Exit mobile version