srtvIndeks

Viral..! Siomay MBG Nganjuk Keras Seperti Batu, Warganet: “Perjuangan Arepe Mangan'”

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Sebuah video yang menampilkan menu siomay dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nganjuk yang diklaim keras seperti batu menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat tangan yang memukul benda mirip siomay berulang-ulang hingga pecah, disertai suara tertawa beberapa wanita yang menyampaikan kekaguman mereka terkait kondisi makanan tersebut.

“Gak ngatasi. Perjuangan arepe mangan MBG Iki. Iki digawe soko opo Iki. (Tidak ngatasi. Perjuangan hendak makan (menu) MBG ini. Ini terbuat dari apa ya),” ujar salah satu wanita dalam video yang beredar pada Sabtu (14/3/2026).

Video yang menyebar luas melalui akun Instagram bahkan menyebutkan secara spesifik bahwa menu siomay tak layak makan itu merupakan hasil produksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojorembun di Kecamatan Rejoso. Tulisan pada salah satu unggahan menyatakan,

“Siomay MBG di Mojorembun Rejoso keras seperti batu,” tulis salah satu akun Instagram yang membagikan video tersebut.

Konten yang viral itu mendapatkan berbagai respons beragam dari warganet. Sebagian netizen mengomentari dengan nada lucu dan menertawakan kondisi siomay yang tidak biasa, namun ada juga yang menanggapi secara serius dan bahkan menyampaikan kekhawatirannya kepada Badan Gizi Nasional (BGN) terkait kualitas makanan program pemerintah.

Sementara itu, Satgas MBG Kabupaten Nganjuk, Judy Ernanto, membenarkan adanya laporan terkait kasus siomay keras dari dapur SPPG Mojorembun. Menurutnya, kasus ini sudah terjadi dua hari sebelum video viral di media sosial.

“Ya itu sudah dua hari yang lalu ya. Memang benar itu (menu siomay keras di SPPG Mojorembun),” ujar Judi saat dikonfirmasi pada hari yang sama.

Judy menjelaskan bahwa pihaknya segera memberikan peringatan kepada pengelola SPPG terkait agar lebih memperhatikan mutu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat. Program MBG yang bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat seharusnya tidak memberikan makanan yang tidak sesuai standar.

“Kita terus mengingatkan agar jangan menyediakan menu yang tidak semestinya. Kelayakan makanan harus diutamakan agar tidak membuat kegaduhan di lapangan,” tegasnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa kualitas makanan program MBG juga harus selalu dijaga agar tidak memberikan dampak buruk atau merugikan para penerima manfaat, terutama para pelajar yang menjadi sasaran utama dari program ini.

“Kualitas makanan juga harus dijaga agar tidak merugikan para penerima manfaat program MBG. Khususnya para pelajar yang menjadi sasaran program tersebut,” pungkas Judi.

Reporter : Inna Duwi Fatimah 

Editor       : Tim Redaksi SRTV

Exit mobile version