srtvIndeks

Telur Asin MBG yang Berubah Jadi Momok, Kisah di Balik Keracunan Massal Santri di Jombang

JOMBANG SRTV.CO.ID – Pesantren Sholawat Darut Taubah di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, sempat diguncang kejadian tak terduga pada Kamis (5/3/2026) malam. Puluhan santri yang santap makan bergizi gratis (MBG) saat berbuka puasa tiba-tiba mengalami keracunan, hingga akhirnya harus dirawat di rumah sakit. Saat ini masih ada 28 santri yang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Mojoagung.

“Saat pertama kali memakan telur asinnya, rasanya sudah tidak biasa. Tak lama kemudian kepala pusing, dan badan langsung lemas,” ujar Azizah Putri Salsabillah, salah satu santri korban keracunan, saat menceritakan detik-detik awal terjadinya kejadian.

Menu yang disantap kala itu adalah nasi rawon yang disediakan ponpes dan telur asin yang disediakan oleh SPPG Desa Betek.

Meskipun saat ini keluhan mual dan muntah sudah tidak lagi muncul, kondisi para korban belum bisa dikatakan pulih total. Sebagian besar masih merasakan nyeri pada perut dan kepala, serta daya tahan tubuh yang masih rendah. Bahkan ada beberapa santri yang memerlukan perawatan khusus dari dokter spesialis penyakit dalam, terutama karena faktor usia yang sudah memasuki tahap lanjut dewasa.

“Rata-rata kondisi para korban sudah menunjukkan perbaikan dibandingkan saat malam hari kemarin. Namun kami tetap melakukan pengawasan dan perawatan lebih lanjut untuk memastikan tubuh mereka benar-benar kembali normal dan siap untuk menjalani aktivitas seperti biasa,” jelas dr. Dwi Rizki Wulandari, Direktur Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Mojoagung Kabupaten Jombang.

Kejadian ini menjadi pengingat penting terkait keamanan pangan, terutama dalam program makan bergizi yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Saat ini pihak terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dari kelainan rasa dan efek buruk yang ditimbulkan oleh telur asin tersebut.

Reporter : Faiz Hasan 

Editor      : Tim Redaksi SRTV

Exit mobile version