NGANJUK, SRTV.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk melakukan penilaian mendalam (asesmen) terkait fenomena gerakan tanah yang mengancam sempadan Sungai Bodor, di Dusun Kedung Bajul, Desa Gemenggeng, Kecamatan Pace, pada Kamis (26/3/2026)
“Kondisi Sempadan Sungai Bodor memang memerlukan penanganan segera karena retakannya cukup panjang, mencapai 50 meter di satu titik. Kami terus berkoordinasi dengan pihak desa dan provinsi untuk pengadaan material darurat seperti sandbag dan sesek guna menahan laju penggerusan tanah,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo. Jumat (27/3/3026)
Peristiwa ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan di wilayah hulu Kecamatan Loceret dan Ngetos sejak 21 Maret 2026, yang menyebabkan debit air Sungai Bodor meningkat tajam dan menggerus dinding sungai. Dua titik krusial teridentifikasi mengalami retakan tanah diantaranya titik 1 dengan kerusakan sepanjang ±12 meter, lebar ±2 meter, tinggi ±6 meter; dan Titik 2 dengan panjang mencapai ±50 meter, lebar ±2 meter, tinggi ±6 meter.
“Kami minta warga tetap waspada dan melaporkan segera jika melihat retakan baru, terutama saat hujan deras melanda wilayah hulu. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” tuturnya.
Retakan tersebut dinilai membahayakan akses transportasi warga karena letaknya sangat dekat dengan jalan desa. Jika debit air kembali naik, penggerusan dikhawatirkan akan meluas dan memutus akses jalan tersebut.
Tim BPBD Kabupaten Nganjuk bekerja sama dengan BPBD Provinsi Jawa Timur (AGISENA), pemerintah desa, dan unsur DPRD yang turun ke lapangan untuk koordinasi. Fokus utama saat ini adalah mitigasi struktur guna mencegah longsor susulan.
“Kebutuhan mendesak meliputi pemasangan sesek (anyaman bambu) dan sandbag (kantong pasir) sebagai tanggul darurat untuk memperkuat dinding sempadan yang retak.” Ungkapnya
Sutomo menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan keamanan warga dan fasilitas umum di sekitar bantaran sungai.
BPBD memastikan akan terus memonitor situasi secara berkala dan memberikan informasi lanjutan kepada masyarakat agar siap menghadapi kemungkinan kondisi yang memburuk.
Reporter : Etna Laila
Editor : Tim Redaksi SRTV













