Berita  

Pembangunan Jembatan Cerme Dimulai, Pemkab Kediri Kucurkan Rp2,5 Miliar

Kondisi jembatan Cerme saat luapan air dan sampah yang nyangkut jembatan (ist)

KEDIRI, SRTV.CO.ID — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri memastikan pembangunan Jembatan Cerme di Dusun Santren, Desa Cerme, Kecamatan Grogol, mulai dilaksanakan tahun 2026 dengan total anggaran Rp2,5 miliar.

Jembatan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan akibat tumpukan sampah, terutama bambu barongan, yang kerap menyumbat bagian kaki jembatan. Kondisi ini diperparah saat Kali Kandang meluap di musim hujan, sehingga mengakibatkan penggerusan tanah di sisi kanan dan kiri jembatan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Ir. Irwan Chandra, menjelaskan bahwa proyek ini bukan sekadar perbaikan, melainkan pembangunan ulang dengan desain yang lebih aman dan adaptif terhadap potensi banjir.

“Anggaran pembangunan Jembatan Cerme sebesar Rp2,5 miliar dan mulai dikerjakan tahun ini. Plat jembatan akan ditinggikan sekitar satu meter, serta dilakukan pengeprasan pilar agar aliran air lebih lancar,” ujar Irwan.

Ia menyebut, posisi pilar jembatan yang berada di tengah selama ini menjadi titik rawan tersangkutnya sampah saat debit air meningkat. Akibatnya, aliran sungai terhambat dan berpotensi memperparah banjir di wilayah sekitar.

Dalam desain baru, jembatan akan menggunakan struktur baja beton komposit dengan bentang sepanjang 20,1 meter. Model ini dinilai lebih aman dan mampu mengurangi risiko penyumbatan aliran air.

Irwan menambahkan, pembangunan Jembatan Cerme masuk dalam daftar proyek strategis Dinas PUPR Kabupaten Kediri tahun 2026, mengingat lokasinya berada di kawasan rawan banjir dan sering terdampak proses normalisasi sungai.

“Selain mendukung kelancaran lalu lintas warga, proyek ini juga bagian dari upaya mitigasi risiko bencana,” jelasnya.

Ia menegaskan, Jembatan Cerme memiliki peran vital sebagai penghubung Desa Cerme dengan sejumlah dusun serta desa lain di Kecamatan Grogol.

“Jika pembangunan rampung, akses transportasi warga akan kembali lancar dan jauh lebih aman,” pungkasnya.*

Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : AMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *