srtvIndeks

Sampel Takjil di Alun alun Nganjuk Aman, Waspada Daerah Lain, Begini Temuan BPOM Surabaya

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pedagang takjil Ramadan, bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya, menyasar sentra jajanan di kawasan Alun-Alun Kabupaten Nganjuk dan beberapa kecamatan lainnya, dengan tujuan memastikan keamanan pangan bagi masyarakat yang beribadah. Selasa (10/3/2026)

Langkah proaktif ini dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, didampingi jajaran Dinas Kesehatan Nganjuk untuk memantau kualitas makanan yang dijajakan menjelang waktu berbuka puasa.

Hasil uji terhadap 25 sampel takjil di kawasan Alun-Alun menunjukkan kondisi yang memuaskan, di mana semua produk dinyatakan 100% memenuhi syarat dan aman dikonsumsi.

Namun, temuan berbeda muncul dari pemeriksaan yang dilakukan di wilayah kecamatan lain, di mana masih ditemukan beberapa jenis kudapan populer yang mengandung zat kimia terlarang.

“Ada beberapa contoh yang langsung dilakukan pembinaan, seperti cenil merah yang diindikasikan mengandung formalin. Kami juga menemukan bakso ikan yang diduga mengandung boraks, serta mi gulung dan sosis yang menggunakan pewarna tekstil seperti Rhodamin B. Bahkan es cincau hitam dan ayam bumbu kuning juga terdeteksi mengandung formalin,” ujar Bupati Marhaen Djumadi.

Bupati menjelaskan pihaknya telah mengambil tindakan tegas dan langsung untuk memutus rantai peredaran bahan berbahaya tersebut.

“Kita langsung lakukan tindakan tegas. alat-alatnya atau bahan yang mengandung formalin itu, tolong dihilangkan dan dibuang. Orang Nganjuk harus makan yang betul-betul sehat,” tegasnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, I Ketut Widjayadi, menjelaskan bahwa pemeriksaan telah dilakukan secara masif di 20 kecamatan se-Kabupaten Nganjuk. Dari total 137 sampel yang diperiksa tahun ini, petugas menemukan kandungan zat berbahaya seperti boraks, Rhodamin B, Metanil Yellow, dan formalin di beberapa lokasi.

“Kami sudah mengantongi data by name para pedagang yang produknya positif. Teman-teman dari Puskesmas sudah datang kembali untuk memberikan pembinaan dan pencerahan mengenai bahaya penggunaan bahan tambahan pangan tersebut bagi kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, seluruh Puskesmas di Nganjuk kini telah dilengkapi dengan sanitarian kit untuk melakukan rapid test secara mandiri. Pemerintah juga mengimbau warga agar lebih selektif dalam memilih makanan, terutama yang memiliki warna terlalu mencolok atau tekstur yang tidak wajar.

“Kegiatan rutin setiap tahun ini diharapkan dapat menekan risiko gangguan kesehatan akibat keracunan makanan selama bulan suci Ramadan di wilayah Kabupaten Nganjuk,” tambah Ketut Widjayadi.

Reporter : Inna Duwi Fatimah 

Editor     : Tim Redaksi SRTV 

Exit mobile version