Tali Pusar Masih Menempel, Penemuan Bayi Perempuan Gegerkan Warga Jogoroto Jombang

Bayi perempuan yang masih memiliki tali pusar lengket, ditemukan ditinggalkan di teras rumah warga dalam perawatan medis. (Faiz, SRTV)
Bayi perempuan yang masih memiliki tali pusar lengket, ditemukan ditinggalkan di teras rumah warga dalam perawatan medis. (Faiz, SRTV)

JOMBANG, SRTV.CO.ID — Warga Dusun Beji, Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, dibuat gempar pada Senin (18/5/2026) dini hari. Sesosok bayi perempuan yang diduga kuat baru saja dilahirkan ditemukan tergeletak dalam kondisi hidup di teras rumah salah seorang warga.

 “Kami menerima laporan adanya penemuan bayi yang diduga sengaja ditinggalkan oleh orang tuanya di depan rumah warga,” ujar Kapolsek Jogoroto, AKP M. Djulan, saat dikonfirmasi pada Senin (18/5/2026) pagi.

Penemuan ini pertama kali terungkap berkat kejelian pemilik rumah, Kasdolah (45). Sekitar pukul 00.30 WIB, ia terbangun setelah mendengar suara tangisan lirih yang mencurigakan dari arah luar. Saat memeriksa teras rumahnya, Kasdolah terkejut bukan main melihat tubuh mungil berselimut kain putih terbaring di atas lantai.

“Bayi dalam kondisi sehat, berjenis kelamin perempuan dan langsung kami evakuasi ke Puskesmas Mayangan agar mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” tambah AKP M. Djulan menjelaskan kondisi terkini sang bayi.

Saat ditemukan, kondisi bayi sangat memprihatinkan karena diduga kuat baru saja dilahirkan tanpa bantuan medis yang layak, terlihat dari tali pusar dan ari-ari yang masih menempel pada tubuhnya. Kasdolah segera memanggil warga sekitar dan melaporkan kejadian ini kepada Kepala Dusun Beji, Anwar (49), yang kemudian meneruskan laporan ke pihak kepolisian.

Hingga saat ini, aparat Kepolisian Sektor Jogoroto bersama Tim Reskrim Polres Jombang masih melakukan penyelidikan intensif di lapangan guna melacak keberadaan orang tua yang tega membuang darah dagingnya sendiri tersebut. Beberapa saksi di sekitar lokasi kejadian pun telah dimintai keterangan demi mengungkap tabir misteri ini.

Editor : SRTVRedaksi