JOMBANG, SRTV.CO.ID - Tangis haru dan senyum bahagia terpancar di wajah ratusan warga Jombang yang kembali mendapat penglihatan yang layak setelah menjalani operasi katarak gratis dalam program bakti sosial di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ploso, Kabupaten Jombang, Sabtu (24/10/2026).
Keterbatasan biaya tidak boleh menjadi penghalang warga untuk hidup sehat, hal itu disampaikan oleh Bupati Jombang, Warsubi saat meninjau langsung kegiatan tersebut.
Operasi Katarak ini diikuti 116 pasien yang ditangani oleh 16 dokter spesialis mata. Program bakti sosial ini terlaksana atas kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jombang melalui RSUD Ploso, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), serta Asia Muslim Charity Foundation (AMCF).
Bupati Warsubi juga kembali nenegaskan bahwa keterbatasan biaya tidak boleh menjadi penghalang bagi warga untuk mendapatkan hak hidup sehat dan penglihatan yang layak.
"Jangan sampai keterbatasan biaya membuat masyarakat menunda pengobatan dan terlalu lama mengalami gangguan penglihatan yang sebenarnya dapat ditangani melalui pelayanan medis yang tepat. Penglihatan yang baik adalah kunci agar seseorang dapat kembali mandiri, bekerja lebih produktif, dan meningkatkan kualitas hidupnya," ungkap Bupati Jombang.
Bupati berharap kolaborasi antara rumah sakit, organisasi profesi, lembaga sosial, dan pemerintah dapat terus diperkuat. Sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses pelayanan kesehatan, termasuk warga yang selama ini menghadapi keterbatasan untuk mendapatkan tindakan medis.
"Mari kita terus perkuat pelayanan kesehatan di Kabupaten Jombang agar semakin mudah dijangkau dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sebab, masyarakat yang sehat merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan Jombang Maju dan Sejahtera untuk semua," terang Warsubi.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, Bupati Jombang menyampaikan terima kasih kepada RSUD Ploso beserta PERDAMI dan AMCF, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Bakti sosial ini bukan sekadar tindakan medis, melainkan upaya mengembalikan harapan dan martabat warga. Dengan penglihatan yang kembali jernih, mereka bisa kembali bekerja, beraktivitas, dan menjalani hidup dengan lebih mandiri.
"Semoga setiap upaya yang dilakukan menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi masyarakat," pungkas Bupati Warsubi.
Selain itu, Direktur RSUD Ploso, dr. Muhammad Vidya Buana juga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh tindakan operasi yang diselesaikan dalam satu hari. Panitia menyiapkan enam meja layanan, dengan satu pasien menjalani proses operasi sekitar 20 menit.
"Alhamdulillah, terima kasih atas dukungan dari semua pihak. Operasi seluruh pasien sebanyak 116 orang diselesaikan langsung hari ini dengan melibatkan 16 dokter spesialis mata. Pascaoperasi juga akan ada jadwal kontrol berkala di RSUD Ploso, dan semuanya gratis," tutup dr. Vidya.
Editor : SRTVRedaksi