Dandim Lamongan Minta Maaf dan Pastikan Sanksi Tegas Oknum TNI Terlibat Insiden Lalin di Ngimbang

Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menyampaikan permohonan maaf dan memastikan sanksi tegas bagi oknum anggota yang terlibat insiden lalu lintas di Ngimbang
Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menyampaikan permohonan maaf dan memastikan sanksi tegas bagi oknum anggota yang terlibat insiden lalu lintas di Ngimbang

LAMONGAN, SRTV.CO.ID — Komandan Kodim (Dandim) 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, memberikan pernyataan resmi terkait insiden lalu lintas yang melibatkan salah satu oknum anggotanya di wilayah Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan.

Menanggapi kejadian tersebut, jajaran Kodim 0812/Lamongan beserta Koramil Ngimbang menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada korban dan keluarga.

"Atas nama pribadi dan satuan Kodim 0812/Lamongan, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada korban dan keluarga meski korban tidak mengalami luka, atas insiden lalu lintas di Ngimbang," ujar Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo. Jumat (23/10/2026)

Institusi TNI AD menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas tindakan yang merugikan warga. Pihak Kodim 0812/Lamongan merespons cepat dengan mengamankan oknum prajurit yang bersangkutan guna memproses pelanggaran yang dilakukan.

"Kami memastikan bahwa tidak ada toleransi bagi anggota kami terhadap tindak pelanggaran, terlebih yang merugikan masyarakat," tegas Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo.

Sebagai wujud pertanggungjawaban moral dan iktikad baik, jajaran pimpinan Kodim 0812/Lamongan telah mendatangi langsung korban beserta keluarganya. Pihak Kodim juga memberikan bantuan santunan sebagai bentuk empati atas musibah tersebut.

"Persoalan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan, dan kedua belah pihak bersepakat membuat surat pernyataan resmi agar tidak ada tuntutan di kemudian hari," ungkap Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo.

Meskipun kesepakatan damai telah dicapai, sanksi disiplin internal tetap menanti oknum prajurit tersebut. Langkah ini diambil guna menjaga marwah institusi serta memastikan kedisiplinan prajurit di lapangan.

"Peristiwa ini menjadi bahan evaluasi dan pembinaan internal yang ketat agar seluruh prajurit senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit di tengah masyarakat," pungkas Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo.

Editor : SRTVRedaksi