Lima Titik Api Muncul di Gunung Wilis, Tim Gabungan BPBD Kepung Karhutla Nganjuk

Petugas gabungan BPBD Kabupaten Nganjuk dan relawan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara manual menggunakan metode 'gepyok' di kawasan Puncak Wilis (SRTV)
Petugas gabungan BPBD Kabupaten Nganjuk dan relawan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara manual menggunakan metode 'gepyok' di kawasan Puncak Wilis (SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Nganjuk mendeteksi munculnya lima titik panas (hotspot) di kawasan Puncak Gunung Wilis, tepatnya di sekitar Puncak Tapan 11, Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk.

Petugas gabungan kini bergerak cepat mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meluas akibat cuaca ekstrem.

"Ini saat ini terpantau ada lima titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang di kawasan tersebut," ujar Prakirawan BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk, Setiyaris. Jumat (23/10/2026)

Berdasarkan analisis BMKG, pergerakan api diprediksi berpotensi mengarah ke barat-barat daya, yang berarti mengarah turun mendekati pemukiman warga di Desa Bareng.

Kepulan asap juga masih terlihat di sekitar Puncak Tapan 11 lantaran titik api belum sepenuhnya padam.

"Nah, ini kalau untuk wilayah Nganjuk adanya angin kencang ini, terus adanya kebakaran ini, ini kan bisa membuat api cepat menyebar sulit dikendalikan," jelas Setiyaris merujuk pada peringatan dini angin kencang dari BMKG Juanda yang dapat mencapai kecepatan 20 km/jam.

Menanggapi situasi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk bersama unsur terkait langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman dan penyekatan.

“Karena memang alat-alat kita tidak bisa ada akses ke sana. Jadi, melakukan pemadaman secara manual dengan gepyok,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, mengonfirmasi kendala medan ekstrem yang harus dihadapi petugas di lapangan.

Mengingat kawasan Tapan 11 merupakan destinasi wisata sekaligus jalur pendakian aktif, masyarakat, pengelola wisata, hingga para pendaki diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra serta menghindari segala bentuk aktivitas yang berpotensi memicu timbulnya percikan api.

Editor : SRTVRedaksi