NGANJUK, SRTV.CO.ID — Dalam rangka menyemarakkan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-81 Tahun 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan kegiatan "Santri Tani" yang dipusatkan di Pendopo KRT Sosro Koesoemo Pemkab Nganjuk pada Kamis, (22/10/2026)
Acara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, pengasuh dan santri dari tujuh pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Nganjuk ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta doa bersama.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi nyata dinas dalam memberdayakan sektor pertanian di lingkungan pesantren.
"Hari ini kami Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk dalam rangka rangkaian peringatan Hari Santri Nasional ke-81 tahun 2026 di Kabupaten Nganjuk, kami berkontribusi menyemarakan dengan melaksanakan kegiatan Santri Tani," ujar Ida Shobihatin.
Selain pembukaan resmi, acara ini juga dirangkai dengan penyerahan bantuan kepada tujuh ponpes yang melibatkan 105 perwakilan dari enam kecamatan, di mana fasilitas hidroponik turut didukung oleh BAZNAS Kabupaten Nganjuk.
Bantuan tersebut diberikan untuk memperkuat sarana praktik para santri dalam mengelola potensi lokal di lingkungan pesantren masing-masing.
Ida Shobihatin menambahkan, bimbingan teknis yang diberikan berfokus pada pemanfaatan lahan agar bernilai ekonomi dan gizi tinggi.
"Kegiatan ini kami tujukan kepada tujuh pondok pesantren di Kabupaten Nganjuk yang kami berikan bimbingan teknis terkait bagaimana mengelola lahan pekarangannya sehingga menjadi lahan pekarangan yang produktif dan dapat meningkatkan gizi bagi para santri-santriwati," jelasnya.
Tidak hanya berfokus pada pemanfaatan pekarangan konvensional, para santri juga mendapatkan pelatihan intensif mengenai teknik bercocok tanam modern.
"Dan juga bimbingan teknis terkait budidaya secara hidroponik. Harapan kami dengan bimbingan teknis ini nantinya para santri mampu dan kompeten untuk dapat membudidayakan serta mengelola lahan sekitar pondok pesantrennya untuk dapat menunjang pangan di pondok pesantren," ungkap Ida.
Melalui program ini, pemerintah daerah berharap sektor pendidikan berbasis pesantren dapat menjadi motor penggerak ketahanan pangan mandiri.
"Sehingga dalam rangka pengendalian inflasi, peningkatan gizi di dalam pondok pesantren, dan untuk pengendalian inflasi di Kabupaten Nganjuk ini, pondok pesantren dapat ikut berkontribusi di dalam kegiatan-kegiatan tersebut," lanjutnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Dinas Pertanian menyerahkan bantuan fasilitas penunjang praktik secara langsung kepada ketujuh ponpes sasaran.
"Selain daripada bimbingan teknis yang kami laksanakan pada hari ini, kami juga memberikan bantuan. Bantuannya berupa seperangkat alat untuk praktik dan membudidayakan secara hidroponik di empat pondok pesantren, dan tiga pondok pesantren berupa pangan anu pangan bergizi, lahan pangan bergizi, sehingga harapannya nanti dapat dikelola di lahan pondok pesantrennya," terangnya.
Untuk memastikan program ini berjalan efektif, pihak Dinas Pertanian berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan di lapangan hingga masa panen tiba.
"Dalam menjaga keberlanjutan dan kelestariannya, nanti akan kami laksanakan kegiatan pendampingan selama 3 bulan atau sampai panen pertama, kami laksanakan kegiatan pendampingan dalam rangka bagaimana cara membudidayakan sampai panen pertama," tegas Ida.
Di akhir program, pihak dinas menargetkan agar para santri mampu mengelola fasilitas tersebut secara mandiri dan berkesinambungan ke depannya.
"Setelah itu, kami harapkan bisa secara mandiri para santri di pondok pesantren mengupayakan mengelola hidroponiknya maupun sayur-sayuran yang sudah kita perbantukan," pungkasnya.
Rangkaian pembinaan ini nantinya juga akan dievaluasi secara berkala baik secara triwulanan maupun tahunan, serta direncanakan ajang perlombaan antar-ponpes untuk mengukur tingkat kemandirian pangan di Kabupaten Nganjuk.
Editor : SRTVRedaksi