Cegah Luapan Air di Musim Hujan, Pemkab Nganjuk Normalisasi Aliran Sungai Kuncir Kanan

Satu unit alat berat ekskavator Dinas PUPR Nganjuk sedang melakukan pengerukan endapan sedimen dan pembersihan material di Sungai Kuncir Kanan, Desa Blitaran, Sukomoro (Ist/SRTV)
Satu unit alat berat ekskavator Dinas PUPR Nganjuk sedang melakukan pengerukan endapan sedimen dan pembersihan material di Sungai Kuncir Kanan, Desa Blitaran, Sukomoro (Ist/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus berkomitmen memperkuat infrastruktur pengairan daerah.

Salah satu langkah konkret yang sedang direalisasikan adalah pekerjaan normalisasi Sungai Kuncir Kanan di Desa Blitaran, Kecamatan Sukomoro, dengan panjang penanganan mencapai 2 kilometer.

"Normalisasi ini kami fokuskan menggunakan alat berat ekskavator untuk mengeruk endapan tanah serta membersihkan material pendangkalan. Langkah teknis ini krusial untuk mengembalikan kondisi alur sungai agar aliran air kembali lancar dan fungsi sistem pengelolaan sumber daya air tetap terjaga," ujar Kabid Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, Rusdi Gunawan, Rabu (21/10/2026).

Pendangkalan sungai akibat akumulasi material sedimen dan munculnya tumbuhan liar selama ini kerap mengurangi kapasitas tampung air. Kondisi ini berpotensi menghambat laju air, khususnya saat terjadi lonjakan debit air di musim penghujan.

"Pendangkalan dan gulma liar secara signifikan menurunkan kapasitas tampung sungai. Karena itu, pengerjaan normalisasi sepanjang 2 kilometer di wilayah Blitaran ini menjadi langkah krusial untuk meningkatkan daya tampung sungai, terutama dalam menghadapi peningkatan debit air saat memasuki musim hujan," jelas Rusdi Gunawan menanggapi tantangan cuaca tersebut.

Melalui penanganan intensif ini, kondisi Sungai Kuncir Kanan di Desa Blitaran diharapkan kembali optimal untuk mendukung sistem pengairan pertanian sekaligus meminimalkan risiko genangan air.

Kendati demikian, Pemkab Nganjuk menekankan bahwa pemeliharaan sungai harus dibarengi dengan pemeliharaan saluran pendukung lainnya serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

"Selain penanganan teknis dengan alat berat di lapangan, peran serta aktif masyarakat adalah kunci utama. Kami sangat berharap masyarakat dapat menjaga kebiasaan baik dengan tidak membuang sampah ke sungai dan menghentikan aktivitas yang berpotensi menyumbat aliran air," tambah Rusdi menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan warga lokal.

Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat mewujudkan infrastruktur pengairan yang tangguh di Kabupaten Nganjuk.

Kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan sungai akan menciptakan kawasan pemukiman dan pertanian yang aman, nyaman, serta bebas bencana banjir.

Editor : SRTVRedaksi