NGANJUK, SRTV.CO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Santri dan Hari Ikan Nasional (Harkannas) Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) bersiap menggelar ajang bergengsi bagi para pembudidaya dan pecinta ikan.
Rangkaian lomba perikanan yang meliputi kontes abot-abotan iwak (bobot terberat) untuk kategori gurame dan lele, serta kontes ikan hias jenis molly, siap dihelat di Gedung Wanita Nganjuk pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Nganjuk, Jusuf Satrio Wibowo, kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah apresiasi sekaligus dorongan bagi sektor perikanan daerah.
"Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memeriahkan peringatan Hari Santri dan Hari Ikan Nasional sekaligus mendorong minat masyarakat terhadap sektor perikanan, baik dari sisi budidaya ikan konsumsi maupun pemeliharaan ikan hias," ujarnya. Selasa (20/10/2026)
Pendaftaran peserta dibuka secara daring pada 5–25 Oktober 2026 tanpa dipungut biaya alias gratis. Masyarakat diimbau untuk segera mendaftar mengingat kuota peserta yang disediakan panitia cukup terbatas.
Mengenai teknis pendaftaran, Jusuf Satrio Wibowo mengingatkan agar masyarakat memanfaatkan kesempatan ini sebelum kuota terpenuhi.
"Masyarakat yang berminat kami harapkan segera mendaftarkan diri karena kuota peserta terbatas dan pendaftaran dapat ditutup lebih awal apabila kuota telah terpenuhi," jelasnya.
Untuk kontes abot-abotan iwak kategori gurame dan lele, panitia membuka kesempatan khusus bagi warga Kabupaten Nganjuk, baik secara individu maupun kelompok.
Masing-masing kategori dibatasi untuk 25 peserta, di mana para peserta akan mendapatkan fasilitas kolam terpal gratis. Penilaian tidak hanya berfokus pada berat badan ikan, tetapi juga kelengkapan fisik, kesehatan, dan keutuhan morfologi ikan secara keseluruhan.
Terkait kriteria penilaian kontes ikan konsumsi, Jusuf Satrio Wibowo menegaskan pentingnya kualitas dan kesehatan fisik ikan.
"Ikan yang dilombakan dapat berasal dari jenis apa pun, baik jantan maupun betina, dengan syarat memiliki bentuk tubuh yang lengkap, tidak cacat, sehat, serta tidak bengkok. Khusus lele, kelengkapan delapan sungut, sirip, dan mata menjadi bagian utama penilaian," tegasnya.
Selain ikan konsumsi, daya tarik acara ini makin lengkap dengan digelarnya kontes ikan hias molly yang menyediakan kuota hingga 100 peserta.
Berbagai kelas menarik dipertandingkan, mulai dari Normal Body, Ballon Roundtail, hingga Ballon Lyretail, dengan penjurian ketat mengacu pada standar Kediri Molly Club.
Menanggapi antusiasme pecinta ikan hias, Jusuf Satrio Wibowo menambahkan bahwa kontes molly ini dipastikan berjalan objektif dan profesional.
"Panitia telah menyiapkan fasilitas topies empat liter dan penjurian dilakukan berstandar resmi. Semua aturan seperti penggunaan air bening dan ketiadaan tanda khusus pada akuarium diterapkan demi menjaga keadilan kompetisi," paparnya.
Seluruh rangkaian acara akan dimulai sejak pagi pukul 07.00 WIB untuk registrasi dan bench in, dilanjutkan tahap penjurian, seremoni puncak, hingga proses pengambilan kembali ikan peserta mulai pukul 12.00 WIB.
Melalui ajang ini, Pemkab Nganjuk berharap dapat menggairahkan perekonomian warga di bidang perikanan budidaya maupun hobi.
Editor : SRTVRedaksi