Ratusan Siswa SMADA Nganjuk Turun ke Sungai, Pimpin Aksi Bersih-Bersih dan Gaungkan Indonesia ASRI

Ratusan siswa SMAN 2 (SMADA) Nganjuk bersama relawan dan warga bergotong-royong membersihkan sampah di aliran sungai Kelurahan Tanjung dan Desa Ploso, Nganjuk
Ratusan siswa SMAN 2 (SMADA) Nganjuk bersama relawan dan warga bergotong-royong membersihkan sampah di aliran sungai Kelurahan Tanjung dan Desa Ploso, Nganjuk

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Semangat kepedulian lingkungan ditunjukkan ratusan siswa SMAN 2 (SMADA) Nganjuk bersama relawan dan warga setempat. Mereka bergotong-royong melakukan aksi bersih-bersih aliran sungai di Kelurahan Tanjung dan Desa Ploso, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (17/10/2026).

"Saya senang bisa ikut kegiatan bersih-bersih sungai ini. Karena menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab kita semua, termasuk para pelajar," ujar Rizka, salah satu siswi SMADA Nganjuk yang turut membaur dalam aksi sosial tersebut.

Aksi gotong-royong ini juga diikuti oleh kader DPC Partai Gerindra Kabupaten Nganjuk sebagai bagian dari langkah nyata mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Melalui kerja bakti ini, para pelajar diajak untuk mengasah kepedulian sosial serta menjaga kebersihan dari sampah yang mencemari lingkungan.

"Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan agar sungai menjadi bersih dan lingkungan kita semakin sehat," tambah Rizka saat mengungkapkan harapannya pasca-kegiatan.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Nganjuk, Jianto, menyampaikan bahwa pelibatan pelajar SMAN 2 Nganjuk merupakan bentuk edukasi langsung agar kebiasaan menjaga lingkungan tertanam sejak dini.

Menurutnya, sinergi antara pelajar, masyarakat, dan organisasi politik menjadi kunci penting membangun kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

"Keterlibatan berbagai elemen masyarakat jadi kunci agar upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bisa berjalan secara berkelanjutan," tegas Jianto.

Jianto menambahkan bahwa gerakan kebersihan harus dimulai dari skala terkecil, mulai dari lingkungan sekolah, tempat tinggal, hingga aliran sungai.

Ia berharap aksi bersama pelajar ini tidak sekadar menjadi seremonial, tetapi mampu melahirkan budaya bersih di tengah masyarakat.

"Tetapi benar-benar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari demi lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang," pungkas Jianto.

Editor : SRTVRedaksi