Gebrakan MUKERNAS TDA 9.0, Dorong Pengusaha 119 Daerah Perluas Pasar dan Kuasai Teknologi

ilustrasi Jajaran Badan Pengurus Harian (BOD) dan Pengurus TDA 9.0 saat pelaksanaan MUKERNAS TDA 9.0 di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya (13–15 Oktober 2026).
ilustrasi Jajaran Badan Pengurus Harian (BOD) dan Pengurus TDA 9.0 saat pelaksanaan MUKERNAS TDA 9.0 di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya (13–15 Oktober 2026).

SURABAYA, SRTV.CO.ID — Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) resmi mendorong penguatan ekosistem bisnis di berbagai daerah melalui peningkatan kapasitas pengusaha, pemanfaatan teknologi, perluasan akses pasar, serta kolaborasi lintas wilayah.

Langkah ini menjadi fokus utama dalam Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) TDA 9.0 yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya.

Presiden TDA 9.0, Ferdian Brilian, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional harus memberikan peluang nyata bagi para pelaku usaha di daerah.

"Pertumbuhan ekonomi harus semakin mampu melahirkan pengusaha yang ikut tumbuh. Tantangannya bukan hanya mendapatkan modal, tetapi juga memperkuat kapasitas, produktivitas, akses pasar, teknologi, konektivitas, serta kemitraan," kata Ferdian Brilian.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana MUKERNAS TDA 9.0 sekaligus Chief Ecosystem Development, Ichlasul Amal Rangga Winata, menyoroti pentingnya ruang kolaborasi bagi kemajuan bisnis daerah.

"Pengusaha tidak tumbuh sendirian. Ekosistem harus mampu mempertemukan kebutuhan, potensi, dan peluang. Dari pertemuan menjadi peluang, dari peluang menjadi kolaborasi dan dampak," ujar Ichlasul Amal Rangga Winata.

Untuk menunjang pengembangan kapasitas tersebut, TDA menghadirkan TDA Academy yang mencakup berbagai materi manajemen dan keuangan, serta platform TDA One sebagai wadah konektivitas dan peluang bisnis. Chief Entrepreneur Development TDA 9.0, Dedy Syandera Putera, menilai kesiapan pengusaha adalah kunci utama.

"Peluang tidak otomatis menjadi pertumbuhan jika kapasitas pengusahanya tidak ikut berkembang," ungkap Dedy Syandera Putera.

Sejalan dengan hal itu, pemanfaatan teknologi diarahkan untuk mendatangkan hasil yang konkret bagi produktivitas bisnis para anggota di daerah.

Chief Marketing, Media & Technology TDA 9.0, Arif Wicaksono Pramunagoro, mengingatkan agar pengusaha tidak hanya sekadar mengikuti tren digital.

"Go Digital bukan tujuan akhir. Teknologi harus menghasilkan produktivitas, membuka pasar dan menciptakan peluang. Pengusaha perlu bergerak dari Go Digital menuju Go Produktif dan Go Kompetitif," jelas Arif Wicaksono Pramunagoro.

MUKERNAS TDA 9.0 ini diharapkan menjadi pijakan agar seluruh strategi organisasi nasional dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh para pengusaha lokal di seluruh daerah.

Secretary General TDA 9.0, Hendy Windardy, menegaskan pentingnya eksekusi yang nyata di lapangan.

"Strategi baru berarti ketika diterjemahkan menjadi eksekusi yang terukur dan manfaatnya dirasakan anggota," tegas Hendy Windardy.

Editor : SRTVRedaksi