Cetak Jurnalis Berintegritas, IJTI Lamongan Gembleng Ratusan Santri Ponpes Tarbiyatut Tholabah Ilmu Pers

Ratusan santri dan siswa MA Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah saat menyimak paparan materi pelatihan jurnalistik dari IJTI di auditorium ponpes, Kranji, Paciran, Lamongan (Bashoir/SRTV)
Ratusan santri dan siswa MA Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah saat menyimak paparan materi pelatihan jurnalistik dari IJTI di auditorium ponpes, Kranji, Paciran, Lamongan (Bashoir/SRTV)

LAMONGAN, SRTV.CO.ID – Ratusan santri dan siswa Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Kranji, Paciran, Lamongan, antusias mengikuti pelatihan jurnalistik pada Kamis (15/10/2026) siang.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Pers Siswa An-Nasihah ini mengusung tema "Berkarya Bersama, Menjadi Jurnalistik yang Terpercaya" guna membekali generasi muda dengan keterampilan menulis serta pemahaman etika pers di era digital.

Ketua IJTI Pokja Lamongan, Heru Kuswandi, menjelaskan bahwa pembekalan ilmu pers sejak dini menjadi modal krusial bagi generasi muda di tengah meluapnya arus informasi.

"Pemahaman jurnalistik dasar kepada siswa dan santri secara benar adalah benteng utama menghadapi derasnya arus informasi hoaks saat ini," tegas Heru saat menyampaikan materi di auditorium ponpes.

Dalam diklat tersebut, panitia menghadirkan jurnalis profesional dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pokja Lamongan sebagai pemateri.

Sejak sesi pertama dibuka, para siswa kelas X dan XI tampak cermat menyimak paparan materi seputar dasar-dasar jurnalistik, teknik pencarian informasi yang akurat dan berimbang, hingga kode etik jurnalistik.

Memasuki sesi kedua, peserta diajak mendalami teknik penulisan naskah berita televisi dan penggunaan bahasa jurnalistik yang benar.

"Untuk menyelaraskan dengan perkembangan zaman, materi didesain secara komprehensif memadukan teori dan praktik lapangan." Jelas Heru

Bekal ilmu ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas Redaksi Pers Siswa An-Nasihah dalam menyajikan informasi yang edukatif dan terpercaya di lingkungan pesantren.

Salah satu peserta, Wulan, mengaku sangat terbantu dengan adanya diklat ini karena materi yang disampaikan sangat aplikatif untuk pengembangan media sekolah.

Tak berhenti pada teori, para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan simulasi praktik liputan langsung di area pesantren.

Mengenai metode praktik ini, Heru Kuswandi menilai tantangan lapangan akan mengasah kedisiplinan dan ketelitian santri dalam memverifikasi data.

"Melalui simulasi liputan langsung, para santri belajar berburu berita secara nyata sekaligus mengolahnya menjadi naskah yang layak dibaca publik," tambahnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia menyiapkan hadiah menarik bagi kelompok yang berhasil menghasilkan karya jurnalistik terbaik.

Melalui pelatihan komprehensif ini, diharapkan lahir jurnalis-jurnalis muda berintegritas dari kalangan pesantren yang siap menyebarkan narasi positif dan edukatif.

Editor : SRTVRedaksi