Gedung Lama Dinilai Tak Layak, Puskesmas Bagor Direlokasi Demi Tingkatkan Pelayanan Pasien

Komisi IV DPRD Nganjuk saat sidak Pembangunan gedung baru Puskesmas Bagor (Zaki/SRTV)
Komisi IV DPRD Nganjuk saat sidak Pembangunan gedung baru Puskesmas Bagor (Zaki/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Komisi IV DPRD Nganjuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek pembangunan Puskesmas Bagor. Dalam sidak tersebut, para wakil rakyat menemukan lambannya proses pengerjaan serta adanya pengabaian aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi para pekerja di lokasi proyek. Selasa (13/10/2026)

Pembangunan gedung baru fasilitas kesehatan ini dilakukan bukan tanpa alasan. Kepala Puskesmas Bagor, Joko Hartono, mengungkapkan bahwa kondisi gedung puskesmas yang saat ini digunakan sudah tidak mampu lagi menampung dan melayani kebutuhan masyarakat secara optimal.

"Gedung Puskesmas Bagor selama ini memang sempit. Terutama untuk parkir, pelayanan juga tidak memenuhi syarat secara nasional. Jadi, kita perlu untuk relokasi di tempat yang baru." Ungkap Joko Hartono

"Insyaallah untuk yang baru ini kita lebih lebar, sehingga pelayanan apalagi ada penyakit menular, kita bisa membedakan antara ruang satu dengan ruang yang lain. Penyakit yang menular dengan penyakit yang tidak menular. Sehingga kita bisa lebih, apa itu, menjaga agar tidak terjadi penularan sesama pasien. Sehingga kita ke depannya lebih, pertama, di samping mementingkan keselamatan pasien, kita juga mementingkan keselamatan petugasnya," Imbuh Joko Hartono.

Relokasi ke gedung baru diharapkan dapat memisahkan alur penanganan pasien penyakit menular dan non-menular secara lebih efektif demi menjaga keamanan bersama.

Namun, saat ditanya mengenai pemenuhan standar nasional pada bangunan gedung baru yang tengah dikerjakan, Joko mengakui bahwa prosesnya masih berjalan secara bertahap.

"Untuk sementara ini baru separuh. Nanti rencana kita ada rawat inap, tapi karena ada efisiensi, sehingga kita baru separuh. Jadi, untuk pembangunan saat ini kita untuk pelayanan rawat jalan dulu. Sehingga tahun depan atau tahun berikutnya, insyaallah ada pembangunan lagi," jelas Joko Hartono.

Tahapan pengerjaan saat ini diprioritaskan terlebih dahulu untuk fasilitas pelayanan rawat jalan sebelum nantinya dilanjutkan ke tahap berikutnya.

"Untuk rawat inap," tambah Joko Hartono menegaskan rencana pengembangan fasilitas rawat inap pada tahap pembangunan mendatang.

Editor : SRTVRedaksi