Jangan Tunggu Api Membesar, Damkarmat Nganjuk Minta Warga Segera Lapor 112 dan Stop Bakar Sampah

Petugas Damkarmat Nganjuk saat berjibaku memadamkan api yang melahap area lahan terbuka di wilayah Kabupaten Nganjuk. (SRTV)
Petugas Damkarmat Nganjuk saat berjibaku memadamkan api yang melahap area lahan terbuka di wilayah Kabupaten Nganjuk. (SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kebakaran bukan sekadar urusan penanganan saat api membesar, melainkan bagaimana risiko bencana dapat ditekan sedini mungkin melalui langkah pencegahan yang konsisten.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk memaparkan bahwa tugas pokok pemadam kebakaran mengacu pada Panca Dharma Pemadam Kebakaran.

Tugas tersebut mencakup pencegahan dan pengendalian, pemadaman, penyelamatan (rescue), pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, serta penanganan bahan berbahaya dan beracun (B3).

"Langkah preventif jauh lebih hemat biaya dan efektif ketimbang tindakan represif saat api sudah berkobar dan melahap kerugian material," ungkap Kepala Bidang Pencegahan Damkarmat Nganjuk, Handi Yunaidi. Selasa (13/10/2026)

Handi menambahkan, di tengah musim kemarau saat ini, sekitar 75 persen kejadian kebakaran di Nganjuk didominasi oleh kebakaran lahan terbuka dan tumpukan sampah.

Masih ada kebiasaan masyarakat yang membakar seresah kebun atau sisa panen demi kepraktisan semata.

"Kebiasaan membakar sampah dan sisa panen sangat berbahaya. Embusan angin kencang dapat membuat api menjalar dengan sangat cepat ke permukiman maupun kawasan hutan," terang Handi.

Sebagai inovasi pencegahan berkelanjutan, Damkarmat Nganjuk telah menyediakan dashboard edukasi publik daring yang memuat video panduan, informasi teknis, hingga statistik kebencanaan yang dapat diakses 24 jam oleh generasi muda dan masyarakat umum.

"Kami bersiaga tanpa henti selama 24 jam penuh. Namun, laporan sering kali terlambat masuk karena warga awalnya mencoba memadamkan api sendiri secara swadaya, hingga akhirnya bangunan telanjur habis terbakar," kata Analis Kebakaran Dinas Damkarmat Nganjuk, Robby Widodo.

Ia juga menyayangkan masih adanya kerumunan warga yang menonton lokasi kejadian dan parkir sembarangan hingga menghambat laju armada pemadam kebakaran di lapangan.

"Kami meminta masyarakat jika melihat titik api yang mulai tidak terkendali segera melapor ke Call Center Damkar atau melalui layanan darurat Nganjuk Siaga 112. Jangan menunggu api membesar. Kami juga mengimbau warga di pedesaan untuk tidak membangun gapura lorong gang yang terlalu rendah atau memasang atap penutup, agar truk damkar berkapasitas besar dapat masuk tanpa kendala," tegas Robby.

Terkait fasilitas pendukung, Damkarmat Nganjuk saat ini didukung oleh 16 unit tandon air cadangan (water torren) yang tersebar di wilayah strategis serta pos pemadam yang saling mem-backup wilayah 20 kecamatan se-Kabupaten Nganjuk.

Selain memadamkan api, personel damkar juga rutin melayani evakuasi non-kebakaran (animal rescue), penanganan reptil/ular liar, hingga membantu evakuasi darurat warga lansia dan anak-anak.

"Kami berpesan kepada seluruh warga untuk tidak lagi membersihkan pekarangan dengan cara membakar sampah, rutin mengecek instalasi regulator tabung elpiji, serta menjaga kelistrikan rumah demi mencegah potensi korsleting listrik," pungkasnya.

Editor : SRTVRedaksi