Tiga Hari Hilang di Perairan Tuban, ABK KM Khatulistiwa 8 Ditemukan Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban yang meninggal dunia di Perairan Utara Tuban setelah tiga hari pencarian (Ist/SRTV)
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban yang meninggal dunia di Perairan Utara Tuban setelah tiga hari pencarian (Ist/SRTV)

TUBAN, SRTV.CO.ID – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Khatulistiwa 8 yang sempat dilaporkan hilang setelah kapal kargo tersebut mengalami kebocoran dan tenggelam di Perairan Utara Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Korban bernama Mayan P. (39), warga asal Maluku, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia usai pencarian intensif selama tiga hari.

Pencarian yang melibatkan berbagai unsur lintas instansi ini berbuah hasil pada siang hari ketika tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.

"Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak kepolisian dan pihak RSUD pada pukul 14.15 WIB," jelas Nanang Sigit, Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) pada operasi SAR ini. Minggu (11/10/2026)

Korban ditemukan sekitar pukul 13.26 WIB oleh tim RBB Basarnas yang menyisir perairan dengan radius sekitar 2 mil laut dari titik awal kejadian (last known position).

Usai dievakuasi dari tengah laut menuju Pelabuhan Semilir Tuban, jasad korban langsung dilarikan ke RSUD Dr. R. Koesma Tuban untuk penanganan medis dan identifikasi lebih lanjut.

Nanang Sigit menambahkan bahwa seluruh prosedur evakuasi dan penyerahan korban ke pihak berwenang berjalan dengan lancar sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

Insiden naas ini bermula ketika kapal kargo KM Khatulistiwa 8 mengalami kebocoran hingga akhirnya karam di perairan utara Tuban pada Rabu (07/10) malam.

Kapal tersebut membawa total 17 orang ABK. Sebanyak 16 ABK berhasil diselamatkan oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi pada saat kejadian, sementara Mayan P. dinyatakan hilang dan menjadi fokus utama operasi pencarian.

Dalam keterangannya, Nanang Sigit mengungkapkan bahwa sinergi antar-instansi serta bantuan dari kapal-kapal melintas sangat krusial dalam mempercepat proses evakuasi para korban selamat maupun pencarian korban hilang.

Operasi SAR ini melibatkan kolaborasi ketat antara Kantor SAR Surabaya (melalui Unit Siaga SAR Lamongan), Polairud Polres Tuban, Polairud BKO Polda Jatim, BPBD Kabupaten Tuban, KSOP Tanjung Pakis, manajemen KM Khatulistiwa 8, PT Semen Gresik, KPLP Lamongan, hingga relawan SAR MTA.

"Operasi SAR dihentikan setelah korban ditemukan, seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih," pungkas Nanang Sigit menutupi keterangan resminya.

Editor : SRTVRedaksi