Persiapan Bansos 2027, Warga Nganjuk Diminta Segera Mutakhirkan Data Lewat Perlinsos Digital

Dinsos menyampaikan proses pemutakhiran data kependudukan calon penerima Bansos PKH dan BPNT 2027 di Kabupaten Nganjuk kini mulai beralih menggunakan platform terintegrasi Perlinsos Digital (TL/SRTV)
Dinsos menyampaikan proses pemutakhiran data kependudukan calon penerima Bansos PKH dan BPNT 2027 di Kabupaten Nganjuk kini mulai beralih menggunakan platform terintegrasi Perlinsos Digital (TL/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID — Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk mengimbau seluruh masyarakat yang ingin terdaftar sebagai penerima Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk periode 2027 agar segera memperbarui data kependudukan mereka.

"Proses pemutakhiran data kini dilakukan secara terintegrasi melalui platform Perlinsos Digital," tutur Kepala Dinas Sosial Nganjuk, Haris Jatmiko, Jumat (2/10/2026)

Langkah pemutakhiran data ini sangat Krusial dilakukan agar penyaluran bantuan sosial pada periode mendatang dapat berjalan tepat sasaran serta benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya.

"Pembaruan data ini bertujuan agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran serta mencerminkan kondisi riil perekonomian masyarakat saat ini," tegas Haris Jatmiko.

Masyarakat diberikan kemudahan dalam proses pendaftaran ulang ini melalui dua mekanisme utama. Warga bisa mendaftar secara mandiri secara daring (online) dengan mengakses portal resmi perlinsos.kemensos.go.id, atau memanfaatkan opsi kedua bagi yang mengalami kendala teknis.

"Bagi warga yang mengalami kendala teknis atau keterbatasan akses internet, pendaftaran dapat dibantu oleh pendamping PKH setempat, pengurus RT/RW, petugas Dinsos, hingga K/L mitra Perlinsos Digital," kata Haris Jatmiko.

Untuk melengkapi proses registrasi, calon penerima manfaat diwajibkan menyiapkan beberapa dokumen dasar, yakni Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP, Nomor ID Pelanggan atau Nomor Meter Listrik PLN, serta bersiap melakukan verifikasi wajah secara langsung.

"Kami tegaskan bahwa seluruh rangkaian proses registrasi dan pemutakhiran data penerima bansos ini berstatus gratis alias tidak dipungut biaya apa pun. Masyarakat diminta berhati-hati terhadap praktik pungutan liar," ujar Haris Jatmiko menambahkan.

Selain membuka pendaftaran penerima manfaat, pemerintah juga mengajak partisipasi publik dalam pendataan warga melalui portal relawan di agentperlinsos.kemensos.go.idKeakuratan data yang diinput akan menjadi kunci utama keberhasilan alokasi bansos PKH dan BPNT tahun 2027 mendatang.

Editor : SRTVRedaksi