Tutup Usia di Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Baron Nganjuk Berpulang ke Rahmatullah

Almarhum H. Ahmad Tarsim, jemaah haji asal Desa Katerban, Baron, berpulang saat menunaikan ibadah di Tanah Suci, doa mengalir untuk almarhum dan keluarga
Almarhum H. Ahmad Tarsim, jemaah haji asal Desa Katerban, Baron, berpulang saat menunaikan ibadah di Tanah Suci, doa mengalir untuk almarhum dan keluarga

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kabar duka mendalam menyelimuti pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Salah satu jemaah asal Kabupaten Nganjuk, H. Ahmad Tarsim, dilaporkan telah berpulang ke Rahmatullah saat sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Almarhum merupakan bagian dari rombongan jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 113 Kabupaten Nganjuk.

 Kabar kepergian tersebut disampaikan melalui pesan duka yang beredar luas di media sosial dan dikonfirmasi kebenarannya oleh redaksi SRTV.CO.ID pada Minggu (31/5/2026).

Pesan tersebut tertulis: "Telah berpulang ke Rohmatulloh, H. Ahmad Tarsim, Jamaah Haji 2026 Kab. Nganjuk Kloter 113. Almarhum beralamat di Dusun Sambirejo, RT 005/RW 005, Desa Katerban, Kecamatan Baron."

 Kepergian almarhum meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar yang ditinggalkan di kampung halaman, tetapi juga bagi sesama jemaah haji dan petugas pendamping yang sedang bersama-sama menjalankan ibadah suci.

Berbagai doa terbaik terus mengalir dari berbagai pihak agar almarhum mendapatkan tempat termulia di sisi Allah SWT, serta semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan hati dalam menghadapi ujian berat ini.

 Menurut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Nganjuk, Zainal Abidin Hanif Kamaloddin, almarhum tercatat sebagai jemaah haji kategori lansia yang telah berusia 85 tahun.

"Iya benar," jawab Hanif singkat saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

 Hingga saat ini, penyebab pasti wafatnya H. Ahmad Tarsim masih belum dapat dipastikan secara rinci. Mengingat usianya yang sudah sangat lanjut dan sepuh, faktor kelelahan fisik maupun penurunan kondisi kesehatan yang dipicu oleh cuaca dan iklim di Tanah Suci disinyalir menjadi salah satu faktor risiko yang umum dihadapi jemaah lansia.

 Meski begitu, Hanif mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi maupun penyebab medis meninggalnya jemaah tersebut.

Pihaknya saat ini masih terus melakukan koordinasi intensif dengan tim medis pendamping jemaah di lokasi dan masih menunggu laporan resmi selengkapnya.

"Belum tahu penyebabnya secara pasti, kami masih menunggu keterangan lengkap dari tim di sana," katanya lagi.

 Masyarakat luas dan keluarga besar mendoakan semoga almarhum H. Ahmad Tarsim diampuni segala dosa-dosanya, diterima seluruh amal ibadah dan segala ketabahan yang telah ia lalui, serta semoga beroleh kebahagiaan dan wafat dalam keadaan husnul khotimah di tanah yang mulia dan penuh berkah. Aamiin ya Rabbal 'Alamin.

Editor : SRTVRedaksi