NGANJUK, SRTV.CO.ID – Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono menyampaikan pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD sebagai kontribusi legislatif dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Nganjuk Tahun 2027 pada forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Rabu (11/3/2026).
Pokir tersebut merupakan hasil proses penyerapan aspirasi masyarakat yang dilakukan melalui berbagai mekanisme oleh seluruh anggota dewan. “Usulan dari teman-teman DPRD tidak hanya berasal dari reses, tetapi juga dari rapat kerja dan berbagai penyampaian aspirasi masyarakat kepada kami. Seluruhnya kami himpun dan kami sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan,” ujar Mas Tatit sapaan akrab Ketua DPRD Nganjuk, Kamis (12/3/2026)
Menurutnya, aspirasi yang diterima kemudian dirumuskan menjadi usulan program pembangunan yang disampaikan dalam Musrenbang sebagai bahan pertimbangan penyusunan RKPD 2027.
Berdasarkan data yang dimiliki DPRD, terdapat total 825 usulan yang dihimpun dari seluruh anggota, hasil dari kegiatan reses yang dilaksanakan pada Juli dan November 2025.
“Data yang kami miliki terdapat sekitar 825 usulan dari anggota DPRD. Angka ini nantinya dapat kita sinkronkan kembali dalam pembahasan Musrenbang” jelasnya.
Mas Tatit menambahkan bahwa seluruh usulan tersebut telah diselaraskan dengan visi dan misi pembangunan daerah yang diusung oleh Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk periode 2025–2029.
Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa perencanaan pembangunan antara eksekutif dan legislatif berjalan searah dan saling mendukung.
Ia juga menegaskan bahwa komunikasi antara kedua lembaga selama ini berjalan dengan baik, sehingga setiap dinamika dalam pembahasan kebijakan dapat diselesaikan dengan baik.
“Di Kabupaten Nganjuk komunikasi antara legislatif dan eksekutif cukup harmonis. Kalau ada perbedaan pandangan atau dinamika, kita selesaikan melalui komunikasi dan koordinasi,” katanya.
Selain itu, Mas Tatit juga menyebutkan kondisi keuangan daerah yang terdampak kebijakan fiskal nasional, termasuk pengurangan dana transfer ke daerah.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa DPRD dan pemerintah daerah tetap berupaya menjaga konsistensi perencanaan dan penganggaran agar pembangunan tetap berjalan optimal.
Pokok-pokok pikiran DPRD nantinya akan dipertajam kembali dalam pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk memastikan program yang dihasilkan sesuai dengan prioritas daerah.
Beberapa isu strategis yang menjadi fokus perhatian DPRD meliputi peningkatan kualitas infrastruktur jalan, penguatan layanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Sebagai contoh, kondisi sejumlah ruas jalan di Nganjuk yang memerlukan penanganan intensif mendapatkan dukungan penuh dari DPRD untuk penanganan cepat melalui Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
“Kalau itu memang untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Nganjuk, tentu kita sepakat untuk mendukung. Prinsipnya pembangunan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.
Mas Tatit juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses perencanaan pembangunan. Ia juga berharap sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah terus terjaga untuk kemajuan bersama.
“Harapan kami, seluruh usulan yang ada dapat dibahas secara konstruktif sehingga menghasilkan perencanaan pembangunan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk,” pungkasnya.
Reporter : Inna Duwi Fatimah
Editor : Tim Redaksi SRTV
