srtvIndeks

Mudik Lebaran, Tak Hanya Pulang Kampung, Ini Rahasia Kelangsungan Tali Silaturahmi

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Tradisi mudik saat Hari Raya Idul Fitri telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya bangsa Indonesia yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi sebagian besar masyarakat, momen tahunan ini membawa makna yang jauh lebih dalam dibandingkan sekadar perjalanan kembali ke kampung halaman, yaitu sebagai fondasi dalam menjaga keutuhan hubungan kekeluargaan.

“Tradisi mudik tidak hanya sekedar pulang kampung semata, lebih dari pada itu ada esensi tersendiri,” ujar Nuri Febri R, warga Kedung Tarukan Baru Surabaya yang berasal dari Tanjung Kalang Ngronggot Nganjuk, Senin (23/3/2026).

Menurut dia, esensi pertama yang terkandung dalam tradisi mudik adalah sebagai sarana untuk menyambung tali silaturahmi yang mungkin jarang terjaga sepanjang tahun akibat kesibukan masing-masing. Tak hanya itu, mudik juga dijadikan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berkah berupa keluarga besar yang utuh.

“Kita menjaga keluarga agar tidak sampai kepaten obor istilahnya jawanya, atau putus hubungan persaudaraan,” jelasnya.

Nuri menjelaskan bahwa tantangan dalam menjaga keutuhan keluarga semakin terasa ketika semua saudara kandung telah menikah dan membangun keluarga baru masing-masing. Perbedaan lokasi tinggal serta aktivitas sehari-hari kerap membuat komunikasi menjadi terbatas, sehingga mudik saat Lebaran menjadi salah satu upaya penting untuk menyambung kembali hubungan yang terjalin darah.

“Untuk tetap menjaga keutuhan keluarga, mudik saat lebaran merupakan salah satu hal yang menjadi upaya untuk tetap menjaga suatu hubungan kekeluargaan,” ucapnya.

Bahkan ketika orang tua telah tidak ada lagi, tradisi mudik tidak pernah pudar dan tetap berperan sebagai jembatan penghubung antar saudara. Kondisi ini menjadi semakin penting mengingat tidak semua anggota keluarga tinggal di satu kota yang sama.

“Mengingat tidak semua saudara berada dalam satu kota, bisa jadi terpisah di kota-kota besar di seluruh penjuru negeri,” tambahnya.

Meski berada di era modern dengan kemudahan komunikasi digital, tradisi mudik yang dilakukan setahun sekali ini hingga kini tetap terjaga dan lestari. Nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya perlu terus dilestarikan agar hubungan kekeluargaan tetap kokoh di tengah arus perkembangan zaman yang terus berjalan.

Reporter : Inna Dewi Fatimah

Editor        : Tim Redaksi SRTV

Exit mobile version