Konflik Timur Tengah Memanas, Begini Nasib 732 Calon Jemaah Haji Nganjuk Tahun 2026

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat memunculkan tanda tanya terkait kelancaran ibadah haji tahun 2026.

Di tengah bayang-bayang peperangan tersebut, nasib 732 calon jemaah haji asal Kabupaten Nganjuk dipastikan masih aman dan proses persiapan terus berjalan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Nganjuk, Zainal Abidin Hanif, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada instruksi penundaan atau pembatalan dari pemerintah pusat. Segala persiapan keberangkatan masih dilakukan sesuai jadwal.

“Sampai hari ini belum ada perintah perubahan apapun. Jadi semuanya kita tetap program seperti semula,” ujar pria yang akrab disapa Hanif itu, Kamis (26/3/2026).

Meski persiapan berjalan lancar, Hanif tak menampik adanya rasa was-was.

Ia menyoroti kondisi mayoritas jemaah haji yang merupakan warga lanjut usia (lansia).

Kekhawatiran terbesarnya adalah jika perang terus berlanjut dan memaksa pemerintah Arab Saudi mengambil langkah darurat, seperti menutup akses masuk bagi jemaah dari luar negara.

“Khawatir nanti tahu-tahu pihak Saudi memperlakukan tidak ada yang bisa masuk dari negara lain. Sementara jemaah ini rata-rata orang sepuh,” ungkapnya.

Lebih lanjut pihakny sangat berharap agar ketegangan di Timur Tengah tidak semakin meluas dan segera mereda, sehingga ke-732 jemaah asal Nganjuk dapat menunaikan rukun Islam kelima dengan aman dan khusyuk.

Namun, sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, Zainal menegaskan bahwa pihaknya telah siap dengan segala kemungkinan, termasuk jika ada pembatalan di menit-menit akhir.

“Kita tidak punya kewenangan apapun. Kalau berangkat ya berangkat, kalau tidak ya kita laksanakan tugas sesuai arahan pusat,” pungkasnya.

Reporter : Inna Dewi Fatimah

Editor      : Tim Redaksi SRTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *