NGANJUK, SRTV.CO.ID – Suasana ramai penuh semangat menyelimuti lapak kue kering kiloan di Jalan Dermojoyo, Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk menjelang Hari Raya Idul Fitri. Permintaan yang meningkat pesat membuat pedagang terpaksa menerapkan sistem nomor antrean untuk mengatur arus pembeli yang datang dari berbagai daerah, mulai dari dalam Kabupaten Nganjuk hingga luar daerah.
“Sehari bisa sampai 250 sampai 300 pembeli, makanya kita sediakan nomor antrean,” ujar pedagang kue kering, Fenti Nurlina (33) asal Madiun, Senin (16/5).
Pengelola lapak yang sudah menjalankan bisnis ini selama 10 tahun mengaku, lonjakan pembeli sudah mulai terlihat sejak sepekan terakhir. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, keramaian di lapaknya diperkirakan akan terus berlanjut hingga satu hari sebelum Lebaran.
“Yang sering diburu itu tetap usus dan rambak sapi,” katanya menyebutkan produk favorit yang selalu dicari pembeli. Selain kue kering, lapaknya juga menyediakan aneka camilan lain seperti kerupuk, kacang-kacangan, hingga permen.
Berbagai jenis kue kering dijual secara kiloan dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram. Pembeli dapat memilih jumlah sesuai kebutuhan, mulai dari satu kilogram, setengah kilogram, hingga seperempat kilogram yang dikemas menggunakan plastik. Beberapa jenis kacang seperti kacang polong bahkan dijual secara bergantian akibat fluktuasi harga bahan baku di pasaran.
“Pesanan sudah mulai banyak masuk. Kami juga melayani grosir dan pembelian online,” jelas Fenti.
Bahan baku untuk camilan yang dijual didatangkan dari sejumlah daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, tidak hanya melayani pembelian eceran tetapi juga menerima pesanan dalam jumlah besar untuk keperluan lebaran.
Fenti memperkirakan keramaian akan semakin tinggi seiring dengan mendekatnya hari raya. “Beberapa hari ini sudah ramai. Apalagi kalau sudah mepet Lebaran pasti tambah ramai,” pungkasnya. Menurutnya, konsep penjualan kiloan sangat diminati karena memungkinkan pembeli untuk membeli dalam jumlah kecil sesuai kebutuhan.
“Kalau kiloan gini enak, beli sedikit-sedikit bisa,” tambahnya. Banyak keluarga yang memilih berbelanja kue kering daripada membuat sendiri karena dianggap lebih praktis, terutama menjelang momen Lebaran yang penuh dengan berbagai persiapan lainnya.
Salah satu pembeli, Camelia asal Pace Nganjuk yang sudah menjadi pelanggan sejak tiga tahun lalu, rela antri sampai 35 menit hanya untuk membeli kue kering di lapak ini. “Ini tadi menunggu tiga puluh lima menit, memang antreannya banyak, jadi ya harus sabar,” ungkap Camelia yang mendapat nomor antrean 30, menambahkan bahwa selain harga terjangkau, rasa kue kering di lapak ini juga sangat enak.
Reporter : Etna Laila
Editor : Tim Redaksi SRTV













