NGANJUK, SRTV.CO.ID – Fenomena warga menanam pohon pisang atau memposting video jalan rusak di media sosial sempat menjadi sorotan. Banyak yang beranggapan pemerintah baru bergerak saat isu sudah ramai.
Namun, Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk melalui kampanye edukasi "Yuk Pahami" membedah mitos tersebut, mengungkap bahwa di balik aspal mulus ada proses birokrasi panjang yang tidak instan.
"Kami sangat menghargai laporan masyarakat, baik lewat surat resmi maupun yang ramai di medsos. Itu adalah bentuk cinta warga pada Nganjuk.," ungkap Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi Kamis (16/4/2026)
Perlu dipahami, Sambung Kang Marhaen sapaan akrab Bupati bahwa mengelola uang rakyat itu ada aturannya dan ada undang-undangnya. "Kita tidak bisa hari ini lapor, besok langsung aspal. Kalau begitu, sistem penganggaran kita bisa kacau secara hukum," tandas Kang Marhaen.
Menurut Kang Marhaen, sapaan akrab Bupati Nganjuk ini, alur pembangunan berjalan bertahap, mulai dari Musrenbang desa, kecamatan, hingga penetapan prioritas dalam RKPD dan pembahasan anggaran bersama legislatif.
"Jalan yang diperbaiki tahun ini adalah prioritas yang sudah direncanakan matang. Bukan karena takut viral, tapi karena memang sudah saatnya sesuai jadwal dan ketersediaan anggaran," tegasnya.
Artinya, sambung Kang Marhaen, jalan yang kini mulus di tahun 2026 sebenarnya sudah diperjuangkan administrasinya sejak akhir 2024 atau awal 2025. Pemerintah ingin membangun dengan cara yang benar dan legal, bukan sekadar bersifat reaktif atau pemadam kebakaran.
"Kita ingin membangun Nganjuk dengan cara yang benar, bukan sekadar pemadam kebakaran yang hanya bergerak saat ada api," pungkas Kang Marhaen.
Dengan pemahaman ini, diharapkan masyarakat lebih objektif menilai kinerja infrastruktur, bahwa setiap perbaikan telah masuk dalam catatan perencanaan matang demi kenyamanan bersama.
Editor : SRTVRedaksi