Juanita, Gadis Inca yang "Tertidur" 500 Tahun di Puncak Andes

srtv.co.id
Arkeologi : The Ice Maiden Jasad seorang gadis Inca yang ditemukan pada akhir 1990-an. Di ketinggian hampir 6.700 meter di Pegunungan Andes

PERU – Dunia arkeologi dikejutkan oleh penemuan luar biasa pada akhir 1990-an. Di ketinggian hampir 6.700 meter di Pegunungan Andes, tim peneliti menemukan sosok yang terawetkan sempurna. Jasad seorang gadis Inca yang kemudian dikenal sebagai Juanita atau "The Ice Maiden" ini ditemukan dalam kondisi utuh, bukan sekadar kerangka, melainkan lengkap dengan rambut, kulit, dan pakaian yang masih jelas terlihat.

"Di ketinggian hampir 6.700 meter, tim peneliti menemukan tubuh seorang gadis Inca yang terawetkan dalam kondisi nyaris sempurna. Ia kemudian dikenal sebagai Juanita, atau 'The Ice Maiden'," tulis catatan sejarah dalam National Geographic Society. This Inca Girl Was Frozen for 500 Years. 

Keajaiban keutuhan jasad ini menjadi tanda tanya besar. Bagaimana mungkin tubuh berusia setengah milenium terlihat seolah baru saja meninggal? Rahasianya terletak pada kondisi alam yang ekstrem di lokasi penemuan. Suhu yang membekukan, udara sangat kering, dan minimnya bakteri pembusuk menciptakan proses pengawetan alami yang bekerja layaknya lemari pendingin raksasa. 

"Suhu beku, udara yang sangat kering, dan minimnya bakteri pembusuk menciptakan proses 'pembekuan alami' yang menghentikan pembusukan. Alam, dalam hal ini, bekerja seperti ruang pendingin raksasa," ungkap keterangan penelitian.

Penelitian lebih lanjut mengungkap kisah pilu di balik keberadaannya. Juanita dipercaya merupakan bagian dari ritual suci Capacocha. Ia dipilih dari keluarga terhormat untuk dipersembahkan kepada para dewa. Analisis menunjukkan adanya jejak daun koka dan minuman fermentasi jagung dalam tubuhnya, yang diduga diberikan untuk menenangkannya sebelum prosesi. Diduga kuat, ia meninggal dunia dengan tenang akibat hipotermia di ketinggian, tanpa tanda kekerasan yang menyakitkan. 

"Analisis pada rambut dan jaringan tubuhnya menunjukkan jejak daun koka dan minuman fermentasi jagung, yang kemungkinan diberikan untuk menenangkan dirinya sebelum ritual berlangsung," papar hasil kajian ilmiah. 

Hingga kini, Juanita tetap menjadi salah satu peninggalan paling berharga peradaban Inca. Ia bukan hanya sekadar mumi, melainkan jendela waktu yang membuka wawasan tentang pola hidup, kesehatan, tekstil, dan kepercayaan masa lalu. Dalam diamnya, ia terus bercerita tentang sejarah yang tak pernah lekang oleh waktu.

Source : National Geographic Society. This Inca Girl Was Frozen for 500 Years.

Editor : SRTVRedaksi

Pemerintah
Berita Terpopuler
Berita Terbaru