NGANJUK, SRTV.CO.ID - Menjelang bulan suci Ramadan, tradisi ziarah ke makam atau nyekar leluhur yang kental di masyarakat Jawa Timur membawa kesempatan rezeki tersendiri bagi para pedagang musiman. Di kawasan Terminal Lama Kabupaten Nganjuk, puluhan penjual bunga tabur berjajar mulai dari subuh hingga menjelang maghrib.
"Saya biasanya berjualan es dan minuman dingin, tapi jelang Ramadan, sementara jualan bunga tabur karena memang banyak pembeli yang datang," ujar Sutirah, salah satu pedagang dari Kelurahan Werungotok. Selasa (17/2)
Dalam satu hari normal, Sutirah mampu menjual lebih dari seratus kantong. "Kalau sudah memasuki tiga hari menjelang Ramadan, itu waktu puncaknya. Bisa sampai menjual tiga hingga enam kilogram bunga tabur dalam sehari," tambahnya.
Dari hasil penjualan pada puncak musim, Sutirah mengaku bisa mendapatkan omzet yang lumayan. Namun, keuntungan tersebut harus diimbangi dengan kenaikan harga bahan baku yang cukup signifikan. "Tahun ini harga kulakan bunga mawar naik banyak, dari biasanya sekitar 90 ribu rupiah per kilogram menjadi 125 ribu rupiah," ungkapnya. Para pedagang juga mengaku bahwa kunjungan pembeli tahun ini cenderung lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, mereka tetap optimis keramaian akan terus bertahan hingga hari pertama Ramadan tiba. "Meskipun tidak sesibuk tahun lalu, tapi kita tetap berharap bisa mendapatkan rezeki yang cukup sebelum dan selama awal bulan puasa," ujar Sutirah.
Reporter : Inna Dewi Fatimah Editor : Tim Redaksi SRTV
Editor : admin