Selamat Jalan Sang Maestro Marhaenis : DPC PDIP Jombang Kenang Sosok Istimewa Guruh Soekarno Putra

Reporter : Taufiqur Rachman
Ketua DPC PDI Perjuangan Jombang, Sumrambah, saat berdiskusi bersama para sejarawan di kantor DPC PDIP Jombang dalam momentum Peringatan Bulan Bung Karno. (Saha/SRTV)

JOMBANG, SRTV.CO.ID — Kabar duka menyelimuti keluarga besar PDI Perjuangan. Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, putra bungsu Presiden Pertama RI Soekarno, menghembuskan napas terakhir pada Sabtu (26/9/2026) dini hari pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, pada usia 73 tahun.

"Beliau adalah orang yang konsisten mendedikasikan hidupnya di bidang seni dan budaya, mengembangkan seni tradisi dan modern Indonesia," ucap Ketua DPC PDIP Jombang, Sumrambah. Senin (28/9/2026)

Berita wafatnya tokoh bangsa ini secara resmi disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Pihak partai menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepulangan sosok Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra bin Sukarno tersebut.

"Beliau juga politikus, pejuang partai dan Marhaenis," ujar pria yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Jombang periode 2018-2023 tersebut.

Dedikasi almarhum semasa hidup memang meninggalkan jejak kuat di ranah kebudayaan maupun politik nasional.

Kepergiannya menjadi duka mendalam bagi seluruh pihak yang mengenal kiprahnya sebagai seniman sekaligus kader PDI Perjuangan.

"Konsistensi dan komitmen beliau dalam perjuangan menjadi contoh dan teladan bagi kita semua," terang Mas Rambah, sapaan akrab Sumrambah.

Guruh Soekarnoputra dikenal luas berkat kontribusi panjangnya melestarikan karya seni tradisi serta modern di Tanah Air. Di arena politik, loyalitasnya pada garis perjuangan Marhaenisme dan PDI Perjuangan terus menginspirasi generasi penerus.

"Konsistensi dan komitmen beliau dalam perjuangan menjadi contoh dan teladan bagi kita semua," pungkasnya mendalam.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru