Ditinggal Cari Pakan Sapi, Rumah Warga Tanjunganom Dibakar Kakak Kandung

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Petugas Damkar bersama kepolisian dan warga saat melakukan upaya pemadaman di Desa Kedungombo, Tanjunganom, Nganjuk (Ist/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kebakaran hebat melalap sebuah rumah beserta kandang sapi milik KM (55), seorang warga Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu (26/9/2026) sore.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.40 WIB ini menelan kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta.

"Peristiwa kebakaran ini diketahui pertama kali sekitar pukul 17.40 WIB saat korban KM sedang berada di sawah untuk mencari pakan ternak," ujar Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fadjar Kurniadhi saat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut. Minggu (27/9/2026)

Awalnya, saksi RA (55) sedang berjalan menuju mushola setempat dan melihat terlapor KW (64) mondar-mandir di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). KW yang merupakan kakak kandung korban kemudian terlihat bergegas pergi dengan cepat ke arah jalan protokol Desa Kedungombo.

"Saksi RA melihat api sudah menyala besar pada bagian kandang sapi yang menempel di belakang rumah korban tak lama setelah terlapor meninggalkan lokasi," ungkap AKP Fadjar Kurniadhi menceritakan kronologi di lapangan.

Melihat kobaran api, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar untuk melakukan pemadaman bersama. Beruntung, 2 (dua) ekor sapi yang berada di dalam kandang berhasil diselamatkan oleh warga sebelum api makin membesar dan merembet ke seluruh bangunan rumah.

"Petugas dari Polsek Warujayeng bersama Tim Damkar Kecamatan Tanjunganom yang menerima laporan langsung meluncur ke lokasi untuk memadamkan api bersama masyarakat," jelas AKP Fadjar Kurniadhi.

Setelah penanganan intensif, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan total sekitar pukul 21.45 WIB. Dari hasil penyelidikan sementara, aksi pembakaran ini diduga kuat dilakukan secara sengaja oleh terlapor KW yang tinggal berdekatan dengan korban.

"Penyebab kebakaran diduga kuat akibat sengaja dibakar oleh Terlapor KW, yang mana terlapor merupakan kakak kandung korban sendiri," tutur AKP Fadjar Kurniadhi.

Diketahui, korban dan terlapor sama-sama hidup sebatang kara. Terlapor KW sendiri dikenal masyarakat sekitar sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sejak kurang lebih 30 tahun lalu dan pernah menjalani pengobatan di Puskesmas Rejoso.

Sebelum insiden ini terjadi, terlapor tercatat sudah 2 kali berusaha membakar rumah korban namun berhasil digagalkan

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru