Hormati Wafatnya Guruh Soekarnoputra, DPC PDI Perjuangan Nganjuk Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya sosok seniman dan pejuang partai, Guruh Soekarnoputra (SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID - Ketua DPC PDI Perjuangan Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya putra sang proklamator, Guruh Soekarno Putra, pada Sabtu (26/9/2026).

"Pada hari ini, keluarga besar PDI Perjuangan sungguh sangat kehilangan atas dipanggilnya Mas Guruh Soekarnoputra ke kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa dalam usia 73 tahun," kata Marhaen Djumadi.

Menurut Kang Marhaen, sapaan akrab pria yang juga menjabat sebagai Bupati Nganjuk ini, sesuai instruksi DPP, jajaran DPC hingga ranting akan menggelar penghormatan resmi partai.

"Maka tadi pagi juga kami laporkan bahwa keluarga PDI Perjuangan memberikan penghormatan yang terbaik dari seluruh jajaran DPP hingga anak ranting terhadap sosok seniman besar, sosok pejuang partai, dan juga marhaenis yang telah memberikan warna di dalam kehidupan sosial, budaya," lanjutnya.

Guruh Soekarnoputra dikenal luas oleh kader sebagai figur seniman sekaligus marhaenis sejati yang berdedikasi tinggi. Sebagai bentuk penghormatan setinggi-tingginya, struktur partai di daerah diinstruksikan untuk mengibarkan bendera setengah tiang.

"Sehingga seluruh jajaran PDI Perjuangan memberikan penghormatan terbaik melalui protokol partai dan akan mengibarkan bendera setengah tiang selama 7 hari," tegas Kang Marhaen.

Sebelum berpulang, kondisi kesehatan Guruh dilaporkan sempat dipantau secara ketat oleh keluarga besar.

Ketua Umum Megawati Soekarnoputri terus memantau penanganan medis adiknya secara intensif.

"Informasi dari Pak Hasto beliau juga sudah langsung melaporkan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, di mana sejak awal ketika masuk ke rumah sakit, Ibu Mega menunjukkan perhatian yang begitu besar dan rasa cintanya terhadap adik kandungnya. Dan Ibu Mega juga memberikan arahan secara detail, berdiskusi secara detail dengan para dokter ahli yang merawat Mas Guruh," tambahnya.

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Jalan Sriwijaya Raya No. 26, Jakarta Selatan, dan rencananya akan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, tepat di samping makam ibundanya, Fatmawati.

"Hari ini jenazah Mas Guruh sudah berada di kediaman beliau dan nanti rencana akan dimakamkan berada di sebelah Ibu Fatmawati," tuturnya.

Mengenai waktu pasti pelaksanaan pemakaman, hal tersebut masih dibahas oleh keluarga. PDI Perjuangan Nganjuk bersama seluruh kader mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

"Nanti ini ada musyawarah keluarga terlebih dahulu untuk menentukan kapan Mas Guruh nantinya akan dimakamkan," pungkasnya.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru