BLITAR, SRTV.CO.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan ekosistem transportasi publik yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk pelecehan.
Guna memperluas jangkauan edukasi, KAI Daop 7 Madiun menggandeng kolaborasi lintas komunitas dengan merangkul pencinta kereta api (Railfans) dari tiga wilayah, yakni Madiun, Kertosono, dan Blitar, untuk menggelar kampanye serentak anti pelecehan seksual di Stasiun Blitar pada Jumat (26/6/2026).
"Sinergi ini menjadi langkah masif dalam melakukan tindakan preventif serta memberikan edukasi langsung kepada masyarakat." ujar Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari.
Melalui keterlibatan aktif generasi muda dari berbagai daerah ini, KAI ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi para pemuda untuk menyebarkan pesan positif dan menjadi pelopor keselamatan serta kenyamanan di ruang publik.
Dalam aksi penolakan pelecehan seksual tersebut, para anggota komunitas bersama KAI Daop 7 Madiun melakukan serangkaian kegiatan edukatif.
Di antaranya adalah penggalangan tanda tangan petisi bersama pelanggan, pembagian brosur edukasi, serta membentangkan banner dan mockup kreatif yang berisi seruan untuk berani melapor jika melihat atau mengalami tindakan asusila.
"Kami mengapresiasi semangat luar biasa dari rekan-rekan pencinta kereta api di Madiun, Kertosono, dan Blitar yang telah mengambil peran nyata dalam gerakan ini." Jelas Tohari.
Melalui kolaborasi ini, lanjut Tohari kami ingin menegaskan kembali kepada seluruh pelanggan untuk tidak ragu bersuara, berani melapor, dan segera meminta pertolongan kepada petugas apabila melihat atau mengalami tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual
"Baik saat di stasiun maupun dalam perjalanan naik KA," katanya
KAI secara tegas mengimbau kepada seluruh masyarakat bahwa perusahaan menerapkan kebijakan nol toleransi (zero tolerance) terhadap segala bentuk tindakan asusila.
Tohari menekankan bahwa sanksi berat telah disiapkan bagi siapapun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum tersebut di lingkungan perkeretaapian.
"KAI tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelaku pelecehan seksual. Oknum yang terbukti melakukan tindakan asusila, baik di area stasiun maupun di atas kereta api, akan langsung dikenakan sanksi administratif tegas berupa pemblokiran nomor identitas (blacklist), sehingga tidak dapat lagi menggunakan layanan kereta api untuk jangka waktu tertentu bahkan hingga permanen," tegas Tohari.
Selain tindakan preventif dan hukum, KAI juga terus berinovasi dalam memberikan perlindungan melalui teknologi.
Saat ini, telah hadir fitur Female Seat Map di aplikasi Access by KAI. Fitur ini memungkinkan pelanggan perempuan untuk memantau posisi tempat duduk berdasarkan gender penumpang di sekelilingnya demi meningkatkan rasa aman selama perjalanan
Editor : SRTVRedaksi