Gali Potensi Literasi, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Nganjuk Cetak Penulis Konten Budaya Lokal Berbobot

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Bimtek penulisan Konten Budaya Lokal di Ruang Audiovisual dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk. (Istimewa/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk bergerak cepat dalam melestarikan sejarah daerah. Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Konten Budaya Lokal yang digelar di Ruang Audiovisual dinas setempat, ratusan talenta muda diasah untuk menjadi kreator konten berbasis kearifan lokal yang berkualitas.

Tak main-main, agenda ini menghadirkan jajaran pakar literasi dan sejarah terkemuka. Mulai dari pegiat sejarah Sukadi, Ketua GPMB Jawa Timur Bambang Prakoso, hingga penulis kawakan Aditya Akbar Hakim ditunjuk langsung sebagai mentor untuk menyuntikkan ilmu kepenulisan kepada para peserta.

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Dari total 243 pendaftar, setelah melalui proses kurasi dipilih 100 peserta untuk mengikuti bimtek ini. Kami berharap karya yang dihasilkan nantinya mampu mengangkat dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal Kabupaten Nganjuk kepada masyarakat luas,” ujar Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk, Alwiah Supu Yusuf, saat membuka acara secara resmi, Senin (22/6/2026).

Memasuki sesi materi, atmosfer di dalam ruangan langsung menghangat. Pada sesi pertama, Bambang Prakoso berhasil memacu motivasi peserta dengan membedah rekam jejak para tokoh bangsa yang lahir dari rahim literasi. Menurutnya, pondasi pemikiran besar selalu berawal dari kedekatan terhadap buku.

"Mari kita menelusuri gagasan besar para pendiri bangsa dan melihat bagaimana kebiasaan membaca menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka membangun negeri,” ungkap Bambang memotivasi peserta.

Tak kalah memikat, Aditya Akbar Hakim kemudian mengambil alih panggung dengan membagikan formula jitu menggali ide serta menjaga konsistensi dalam berkarya. Ia menekankan bahwa terpilihnya peserta dalam bimtek ini barulah sebuah gerbang awal, yang harus dirawat dengan riset mendalam agar tulisan mereka memiliki bobot yang kuat.

"Jangan cepat berpuas diri. Tulisan yang dihasilkan dari bimtek ini dapat terus dikembangkan menjadi karya yang lebih komprehensif, bahkan berpotensi menjadi sebuah buku. Dengan demikian, semangat untuk terus berkarya akan tetap terjaga,” tutur Aditya menambahkan.

Antusiasme peserta terlihat jelas lewat diskusi interaktif yang dinamis di setiap sesi. Langkah Pemerintah Kabupaten Nganjuk dipastikan tidak berhenti di sini; kelanjutan sesi berikutnya sudah dijadwalkan pada pekan mendatang demi melahirkan kreator konten lokal yang berkualitas dan mampu melestarikan sejarah daerah secara berkelanjutan.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru