Nganjuk,SRTV.CO.ID – Keren, tidak hanya belajar bernyanyi, puluhan siswa PAUD di Kabupaten Nganjuk juga diajak mengenal dunia penanggulangan bencana dengan cara yang menyenangkan. Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk yang biasanya terlihat serius, berubah menjadi tempat bermain edukatif yang penuh tawa dan kegembiraan pada Selasa (3/2/2026).
Puluhan siswa dari Gugus PAUD VII Kecamatan Nganjuk antusias mengikuti kunjungan belajar yang tidak hanya memperkenalkan mereka dengan berbagai peralatan operasional BPBD, tapi juga menanamkan pemahaman penting tentang keselamatan diri sejak usia dini.
Dengan mata bersinar penuh rasa ingin tahu, anak-anak tersebut diajak menjelajahi mobil pemadam kebakaran, mencoba duduk di dalam perahu karet evakuasi, dan bahkan mengenakan helm serta rompi keselamatan yang biasa digunakan petugas.
Saat petugas menjelaskan fungsi setiap alat, tanggapan lucu dari anak-anak terkadang membuat suasana semakin hangat. “Saya mau jadi seperti kakak-kakak BPBD nanti, bisa nyelamatkan orang,” kata Nina salah seorang siswa berusia 5 tahun dengan penuh semangat, setelah mencoba mengenakan helm penyelamat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, menjelaskan bahwa setiap detail dalam kunjungan ini dirancang dengan hati-hati agar sesuai dengan tingkat pemahaman anak-anak. “Kita tidak memberikan materi yang berat atau menakutkan. Sebaliknya, kita ajak mereka bermain sambil belajar, mengenal suara sirine sebagai tanda peringatan, memahami bahwa banjir atau kebakaran bisa terjadi, dan apa yang harus dilakukan jika menghadapinya,” katanya.
Menurut Sutomo, pendidikan mitigasi bencana sejak usia dini adalah langkah strategis untuk membangun fondasi masyarakat Nganjuk yang siap menghadapi segala kemungkinan.
“Ketika anak-anak sudah terbiasa dengan konsep keselamatan sejak kecil, sikap waspada dan tanggap tidak akan terasa seperti beban. Mereka akan tumbuh menjadi individu yang tidak hanya bisa melindungi diri sendiri, tapi juga siap membantu orang lain di sekitarnya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pola pikir tangguh yang terbentuk sejak dini akan terus mengikuti mereka hingga dewasa. “Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga memiliki kecakapan hidup yang kuat. Ini adalah pondasi penting agar Nganjuk bisa menjadi daerah yang tangguh dan adaptif menghadapi tantangan bencana di masa depan,” tegas Sutomo
BPBD Nganjuk berharap langkah kecil ini dapat menjadi awal dari perubahan budaya – dimana kesadaran akan mitigasi bencana bukan lagi hal yang dianggap rumit atau hanya menjadi tanggung jawab petugas semata, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari setiap warga Nganjuk, mulai dari yang paling muda.
Reporter : Inna Dewi Fatimah
Editor : Tim Redaksi SRTV












