Nganjuk, SRTV.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus memacu program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan warga.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan komitmennya untuk menghapus potret hunian kumuh di wilayahnya dengan target perbaikan mencapai 200 unit rumah setiap tahunnya.
Hal tersebut ditegaskan saat menyerahkan bantuan bedah rumah kepada Mbah Sumiati di Dusun Dingin, Desa Ngronggot. Rumah lansia tersebut diketahui mengalami kerusakan parah pada bagian dinding akibat pergerakan tanah, sehingga membahayakan penghuninya.
“Alhamdulillah, ini kita tindak lanjuti segera. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Apa pun informasinya, kita akan bergerak cepat,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Dalam penanganan rumah Mbah Sumiati, Pemkab Nganjuk bersama Baznas Nganjuk telah menyiapkan bantuan awal sebesar Rp20 juta.
Mengingat kondisi tanah yang rawan, Bupati menginstruksikan agar bangunan lama dibongkar total.
“Secara teknis akan dibongkar total karena ada masalah pada tanah dan dinding. Harus diperkuat dengan semen agar strukturnya aman,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa anggaran perbaikan RTLH di Nganjuk tidak hanya bersumber dari APBD kabupaten, namun juga hasil kolaborasi dengan pemerintah provinsi, pusat, Baznas, hingga program CSR perusahaan.
Strategi gotong royong ini diharapkan mampu mempercepat target nihil RTLH di Nganjuk.
“Kita targetkan perbaikan 192 hingga 200 unit rumah per tahun. Media juga saya minta membantu mencari rumah warga yang memang tidak layak. Target kita, ke depan angkanya terus berkurang, bahkan kalau bisa nol,” tegasnya.
Ia juga membuka pintu bagi para donatur dan masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi dalam program kemanusiaan ini. Menurutnya, semangat kebersamaan adalah kunci utama pembangunan di Kabupaten Nganjuk.
“Bareng-bareng gotong royong, insyaallah semua dimudahkan oleh Allah SWT,” pungkasnya.
Reporter : Inna Dewi Fatimah
Editor : Tim Redaksi SRTV












