Berita  

Di Tengah Hiruk Pikuk Kota, Pengamen Kediri Bertahan Hidup Ditemani Bass Betot Lawas

Sardianto saat keliling menghibur pengunjung (Bidu)

KEDIRI, SRTV.CO.ID — Di tengah keramaian kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kota Kediri, sosok pria lanjut usia tampak berjalan perlahan sambil memanggul kotak kayu tua berwarna biru kehijauan, Minggu (25/1/2026). Kotak itu bukan barang biasa, melainkan alat musik bass betot tradisional yang setia menemaninya mencari nafkah.

Pria tersebut adalah Sardianto (60), perantau asal Karangkates, Kabupaten Blitar. Selama lebih dari satu dekade, ia mengais rezeki dengan mengamen menggunakan bass betot berbahan kayu dan dawai dari karet ban—alat musik yang kini kian jarang dijumpai.

Meski tampil sederhana dan termakan usia, bass betot itu menyimpan cerita panjang tentang ketekunan hidup dan pilihan untuk mencari rezeki secara halal. Selama kurang lebih 12 tahun, Sardianto menyusuri Kota dan Kabupaten Kediri, bertahan dengan alat musik tradisional yang telah menjadi bagian dari hidupnya.

Saat ditanya mengapa tak beralih ke alat musik modern yang lebih diminati, Sardianto hanya tersenyum singkat.
“Nguri-uri budaya, Mas,” ujarnya pelan.

Baginya, bass betot bukan sekadar sarana mengamen, melainkan simbol kenangan dan warisan bunyi dari masa lalu. Denting suaranya mungkin terdengar sederhana di telinga sebagian orang, namun menyatu dengan perjalanan hidup yang ia lakoni sejak pertama mengadu nasib di Kediri.

“Dulu suara seperti ini sangat hidup. Sekarang mungkin dianggap kuno, tapi saya percaya, kalau niatnya baik, selalu ada jalan,” tuturnya sembari memetik dawai karet yang bergetar lirih.

Di sela lalu-lalang pengunjung SLG, koin dan uang receh perlahan terkumpul. Jumlahnya tak seberapa, namun cukup untuk menopang kebutuhan sehari-hari. Usai mengamen, Sardianto kembali melangkah meninggalkan keramaian, memanggul bass betot tuanya—serta harapan yang tak pernah pudar.*

Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: AMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *