Jombang, SRTV.CO.ID – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, senyum semringah terpancar dari wajah para pembudidaya buah naga di Kabupaten Jombang.
Salah satunya adalah Halimah (47), seorang ibu rumah tangga asal Desa Keras, Kecamatan Diwek, yang kini tengah menikmati masa panen raya dengan harga jual yang melambung tinggi.
Momentum Imlek yang identik dengan sajian buah berwarna merah menjadi berkah tersendiri bagi Halimah.
Di lahan pekarangan rumahnya yang sederhana, ia berhasil menyulap lahan tersebut menjadi kebun produktif yang menampung sekitar 500 batang pohon buah naga varietas premium.
Ada dua jenis buah naga yang menjadi andalannya, yakni buah naga merah dan buah naga Golden Isis yang berkulit kuning. Menurut Halimah, permintaan menjelang Imlek melonjak drastis dibandingkan hari-hari biasa.
“Alhamdulillah, momentumnya tepat karena berdekatan dengan perayaan Imlek. Selain harga jual yang naik, penjualannya juga sangat laris manis,” ujar Halimah saat ditemui di sela kesibukannya memanen buah, Minggu (25/1/2026).
Peningkatan harga ini dirasakan cukup signifikan. Jika pada bulan sebelumnya harga buah naga di tingkat petani hanya berkisar Rp7.000 per kilogram, kini harganya melonjak hingga Rp9.000 hingga Rp10.000 per kilogram.
Sedangkan untuk jenis premium Golden Isis, Halimah mematok harga Rp15.000 per kilogram.
Kualitas buah naga milik Halimah memang tidak sembarangan.
Berbeda dengan buah naga biasa, varietas premium miliknya dikenal memiliki tekstur yang lebih renyah dan tingkat kemanisan yang lebih tinggi.
Kualitas ini ia dapatkan melalui perawatan ekstra, mulai dari penyemprotan hama secara rutin hingga pengecekan intensif pada masa pertumbuhan buah.
“Kami memang mengutamakan kualitas. Pemesanan banyak datang dari warga Tionghoa untuk kebutuhan ritual di Klenteng, karena buah naga merah merupakan sajian wajib,” jelasnya.
Kualitas premium tersebut membawa produk kebun Halimah menembus pasar yang lebih luas.
Tidak hanya pembeli lokal yang datang langsung ke kebun, buah naga produksinya kini telah menyasar rak-rak supermarket hingga memenuhi pesanan berbagai instansi pemerintahan.
Titi Maisyaroh, salah satu pembeli setia, mengaku puas dengan kualitas buah naga dari kebun Halimah.
“Rasanya lebih segar dan manisnya pas. Ukurannya juga besar, sangat cocok untuk hantaran atau konsumsi keluarga di momen spesial seperti sekarang,” kata Titi.
Dalam sebulan, kebun mungil di pekarangan rumahnya itu mampu menghasilkan rata-rata 2 kuintal buah naga.
Dengan ketelatenannya, Halimah membuktikan bahwa lahan terbatas bukan halangan untuk berbisnis. Dari usaha ini, ia mampu meraup omzet atau keuntungan berkisar Rp5 juta hingga Rp10 juta setiap bulannya.
Reporter : Faiz Hasan
Editor : Tim Redaksi SRTV












