JOMBANG, SRTV.CO.ID — Usia muda tak menjadi penghalang bagi Diana Putri Sari (17) untuk belajar mandiri secara ekonomi. Pelajar SMA asal Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang ini sukses merintis usaha pisang goreng kekinian sejak awal 2025 dengan memanfaatkan potensi lokal di sekitarnya.
Sepulang sekolah, Putri—sapaan akrabnya—mengganti seragam pelajar dengan celemek dapur. Ia mengolah pisang dari kebun kecil di belakang rumah menjadi camilan modern yang digemari berbagai kalangan.
Ide berwirausaha muncul dari keinginannya memanfaatkan hasil kebun yang selama ini kurang termanfaatkan. Berbekal rasa ingin tahu, Putri belajar secara otodidak melalui media sosial, mulai dari meracik resep, menentukan teknik pengolahan, hingga konsep penyajian. Modal awal usaha berasal dari tabungan pribadinya.
“Pisang di belakang rumah cukup banyak. Daripada terbuang, saya coba olah supaya punya nilai jual,” ujar Putri, Senin (5/1).
Seluruh proses produksi dikerjakan sendiri. Pisang dikupas, dipotong, dibalut adonan, lalu digoreng dua tahap agar menghasilkan tekstur renyah. Setelah matang, pisang goreng disajikan dengan berbagai topping, seperti gula aren dan susu, sesuai selera konsumen.
Keunikan produknya tak hanya terletak pada rasa, tetapi juga kemasan. Putri memilih besek bambu sebagai wadah, memberikan kesan tradisional sekaligus ramah lingkungan.
“Saya sengaja pakai besek bambu supaya tampilannya beda dan tidak menggunakan plastik,” katanya.
Dalam sehari, Putri mampu mengolah sekitar empat hingga enam tandan pisang, menghasilkan 150 hingga 200 porsi pisang goreng. Setiap porsi dibanderol Rp15 ribu hingga Rp20 ribu, tergantung topping yang dipilih.
Usahanya pun mulai dikenal luas. Tak hanya diminati warga sekitar, pesanan juga datang dari luar daerah seperti Kediri dan Mojokerto. Salah satu pembeli, Nur Hafidz (45), mengaku tertarik dengan cita rasa dan konsep penyajian yang ditawarkan.
“Rasanya enak, manis dan gurih. Kemasannya juga unik,” tuturnya.
Kisah Putri menjadi gambaran bahwa kreativitas, kemauan belajar, serta keberanian memanfaatkan potensi lokal mampu membuka peluang usaha sejak usia muda.***
Reporter: Agung Pamungkas
Editor: AMS












