NGANJUK SRTV.CO.ID – Sat Set Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemerintah Kabupaten Nganjuk langsung menggelar rapat koordinasi penanganan jalan berlubang di Ruang Rapat Dinas PUPR. Acara ini menjadi langkah responsif untuk menyikapi meningkatnya kerusakan jalan akibat cuaca dan kondisi teknis infrastruktur yang belum optimal.
“Pejabat harus tahu di wilayahnya akan dibangun apa saja. Saat turun ke lapangan, pemimpin tidak boleh hanya melihat masalah, tetapi harus mampu memberi solusi berbasis data,” tegas Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dalam arahannya. Senin (2/3/2026)
Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk ini dihadiri oleh Wakil Bupati, Kepala Dinas PUPR, para camat, tim Unit Reaksi Cepat (URC), CPAC, serta berbagai elemen teknis lainnya. Tujuan utama pertemuan adalah menyelaraskan langkah seluruh pihak dalam menangani kerusakan jalan yang semakin meluas akibat faktor cuaca dan kondisi infrastruktur.
“Respons cepat itu kunci. Jangan menunggu panjang proses, terutama untuk titik-titik yang berdampak langsung pada keselamatan pengguna jalan,” tambah Kang Marhaen sapaan akrab Bupati
Kang Marhaen juga menegaskan pentingnya penguasaan data dan kecepatan respons aparatur di tingkat kecamatan. Ia mewajibkan setiap camat memiliki buku pintar yang berisi data rinci rencana dan progres pembangunan jalan di wilayah masing-masing.
“Pejabat harus tahu di wilayahnya akan dibangun apa saja. Saat turun ke lapangan, pemimpin tidak boleh hanya melihat masalah, tetapi harus mampu memberi solusi berbasis data,” jelas Kang Marhaen
Selain itu, Kang Marhaen juga mbak menyoroti peran media sosial sebagai saluran penting untuk menyuarakan keluhan masyarakat. Aduan kerusakan jalan yang viral di platform digital harus menjadi prioritas penanganan, sehingga dibentuk Tim URCPJ (Unit Reaksi Cepat Perbaikan Jalan) sebagai garda terdepan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro menekankan perlunya pembentukan “Super Team” agar setiap instansi tidak bekerja secara terkotak-kotak. Dirinya juga mengingatkan bahwa pola komunikasi masyarakat yang telah berubah harus diimbangi dengan kecepatan tanggapan dari pemerintah.
“Tugas kita adalah memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai jadwal pengerjaan agar pemerintah tidak dianggap baru bekerja setelah viral,” tegas Wakil Bupati
Kepala Dinas PUPR Nganjuk Onny Supriyono dalam laporannya memaparkan kondisi teknis jalan yang semakin memprihatinkan. Banyak ruas jalan mengalami kerusakan yang cepat bahkan hingga ambles hanya dalam waktu singkat.
“Kerusakan terjadi sangat cepat. Faktor utamanya adalah intensitas curah hujan yang tinggi dan belum tersedianya saluran drainase di sepanjang jalan,” jelas Onny.
Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus, jalan yang baru saja retak bisa berubah menjadi lubang hanya dalam dua hari. Kondisi ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang tidak seimbang dengan sistem drainase yang belum optimal.
“Kerusakan terjadi sangat cepat. Faktor utamanya adalah intensitas curah hujan yang tinggi dan belum tersedianya saluran drainase di sepanjang jalan,” ucapnya.
Onny juga menyampaikan kecepatan informasi dari para camat menjadi kunci dalam menangani kerusakan secara efektif. Pihaknya meminta dukungan penuh untuk menyampaikan lokasi kerusakan dengan detail agar penanganan dapat segera dilakukan.
“Kami mohon dukungan camat untuk memberikan informasi lokasi kerusakan secara detail. Kecepatan informasi sangat menentukan efektivitas penanganan,” ujarnya.
Melalui rapat koordinasi ini, seluruh elemen pemerintah daerah diharapkan dapat bersinergi untuk menjaga kemantapan jalan. Hal ini tidak hanya untuk kenyamanan, tetapi juga demi keamanan warga Nganjuk yang setiap hari menggunakan jalan raya.
Reporter : Inna Dewi Fatimah
Editor : Tim Redaksi SRTV
