Ramadan Cabai Rawit di Nganjuk Tembus Rp 100 Ribu Wakil Bupati Perintahkan Pengendalian Harga

NGANJUK SRTV.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah di Ruang Rapat Planning Center Bappeda Kabupaten Nganjuk, dipimpin oleh Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro bersama jajaran perangkat daerah terkait.

Diketahui sejumlah komoditas strategis dilaporkan mengalami kenaikan harga, terutama cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, dan beras, yang menjadi perhatian serius di bulan Ramadan ini.

“Data yang disampaikan menunjukkan tren kenaikan harga cabai rawit yang cukup signifikan. Dalam beberapa minggu meningkat hingga rata-rata Rp90 ribu bahkan Rp100 ribu. Ini tidak boleh kita anggap biasa,” tegas Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro. Senin (2/3/2026)

Kenaikan dipicu tingginya permintaan pasar berpotensi memperbesar tekanan harga apabila tidak diimbangi dengan pengawasan dan intervensi yang tepat. “Ramadan,
permintaan pasti naik. Ibu-ibu rumah tangga, pelaku usaha kuliner, hingga restoran tentu membutuhkan pasokan yang stabil. Kalau tidak kita kendalikan dari sekarang, harga bisa melonjak lebih tinggi,” ujarnya.

Mas Handy sapaan akrab Wakil Bupati menekankan pentingnya keakuratan data harga sebagai dasar pengambilan kebijakan. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memastikan kesesuaian data lapangan dengan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS).

“Jangan sampai ada perbedaan data antar daerah atau antar instansi. Kalau data tidak valid, kebijakan yang kita ambil juga bisa keliru dan justru merugikan masyarakat,” katanya.

Selain cabai rawit, Mas Handy juga menyoroti komoditas daging ayam ras dan minyak goreng yang mulai menunjukkan kecenderungan naik. Ia meminta pengawasan distribusi diperketat agar tidak terjadi permainan harga di tingkat distributor maupun pedagang.

“Kami tidak ingin yang diuntungkan hanya broker atau distributor. Peternak harus tetap mendapat keuntungan yang wajar, tapi harga di pasar juga harus terkendali,” tambahnya.

Adapun langkah Pemkab Nganjuk terkait kenaikan harga tersebut diantaranya dengan mengoptimalkan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui pemantauan pasar secara rutin, validasi data harga, serta menyiapkan langkah antisipatif seperti operasi pasar murah dan gerakan pangan murah apabila diperlukan.

“Tim saya perintahkan turun ke lapangan, cek langsung, dan lakukan intervensi jika memang dibutuhkan,” pungkasnya.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap stabilitas harga bahan pokok dapat terjaga, daya beli masyarakat terlindungi, dan inflasi daerah tetap terkendali menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Reporter : Inna Dewi Fatimah
Editor : Tim Redaksi SRTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *