srtvIndeks

Masjid Iban Sirnoboyo, Bangunan Misterius yang Berdiri Sejak Tahun 1415

PACITAN SRTV.CO.ID – Desa Sirnoboyo, Pacitan, menyimpan sebuah keajaiban sejarah religi yang hingga kini masih menyimpan misteri di balik asal-usul pembangunannya. Tempat ibadah yang kini bernama Masjid Miftahul Jannah lebih dikenal masyarakat setempat dengan sebutan Masjid Iban atau Masjid Gedi, dengan cerita tutur turun-temurun yang tak lekang oleh waktu.

“Masyarakat dulu tidak tahu siapa yang mendirikan, tiba-tiba sudah berdiri. Makanya disebut Masjid Iban. Orang tua dulu bilang berdirinya seperti papan yang tiba-tiba tegak begitu saja,” ujar Joko Hariadi (61), pengelola masjid, pada Rabu (4/3/2026).

Masjid ini diyakini telah ada sejak tahun 1415 silam. Awalnya berbentuk masjid panggung sederhana dengan ukuran yang tidak terlalu besar, jauh berbeda dengan kondisi bangunan yang tampak megah saat ini setelah melalui beberapa kali renovasi.

“Alhamdulillah, banyak bantuan dari para perantau yang sukses di luar sana. Untuk operasional sehari-hari, kami mengambil dari kas masjid yang dilaporkan setiap hari Jumat,” tambahnya menjelaskan tentang sumber dana pengelolaan.

Renovasi pertama skala besar dilakukan pada tahun 1992 yang fokus pada bagian atap dan penggantian material kayu lama. Kemudian pada tahun 2008, pembangunan serambi dan perluasan area masjid dilakukan akibat proyek pelebaran jalan lintas yang melintas di sekitar lokasi.

Meskipun telah mengalami berbagai perbaikan, pengelola tetap berkomitmen menjaga “ruh” asli masjid. Empat pilar utama di bagian tengah masjid masih dipertahankan sebagai bagian asli dari bangunan lama, meskipun kini telah dicor untuk memperkuat struktur.

Keunikan lain terdapat pada bagian kubah. Pengelola mengungkapkan bahwa mereka tidak berani membuang kubah lama sesuai pesan para sesepuh. Sebagai solusi, kubah baru dibangun tepat di atas atau menyelimuti kubah lama agar bagian inti masjid tidak terganggu.

Kemandirian masyarakat Sirnoboyo menjadi kunci utama keberlangsungan masjid ini. Seluruh biaya renovasi dan pemeliharaan berasal dari swadaya masyarakat serta sumbangan para perantau yang pernah mengaji di sana. Untuk menjaga kenyamanan jemaah, bahkan ada petugas kebersihan yang digaji secara rutin dari dana kas jemaah, membuat masjid ini tetap bersih dan nyaman bagi warga sekitar maupun pengendara yang singgah beristirahat dan beribadah.

Reporter : Rojihan
Editor : Tim Redaksi SRTV

Exit mobile version