srtvIndeks
Berita  

Dampak Perang, Harga Emas di Nganjuk Melonjak, Ronny Chen: “Ikut Kenaikan Minyak Global, Bukan Dolar”

NGANJUK SRTV.CO.ID – Harga emas di Kabupaten Nganjuk mengalami kenaikan signifikan pada bulan Ramadan 2026 ini. Kenaikan tersebut terjadi meskipun situasi geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat menjadi sorotan internasional, namun menurut pelaku usaha lokal, faktor utama yang mendorong kenaikan adalah pergerakan harga minyak dunia.

“Kenaikan harga emas naik berkisar antara Rp 100 ribu setiap gram. Kenaikan harga emas menurut saya mengikuti kenaikan harga minyak secara global,” ujar Ronny Chen, owner Toko Emas Subur yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Kota Nganjuk, Rabu (3/3/2026).

Dalam sepekan terakhir, perubahan harga tercatat cukup drastis. Harga emas jenis 24 karat yang semula berada di kisaran Rp 2,8 juta hingga Rp 2,9 juta per gram, kini telah mencapai angka Rp 3 juta per gram. Kondisi ini terjadi bahkan ketika nilai rupiah terhadap dolar AS menunjukkan tekanan melemah.

“Kenaikan harga emas tidak tergantung pada dolar, meskipun rupiah melemah namun emas bisa terbilang stabil, tapi kalau minyak naik emas biasa merangkak naik,” jelasnya.

Sementara itu, dinamika pasar emas di daerah ini menunjukkan tren pembelian yang meningkat menjelang bulan suci Ramadan. Konsumen lebih banyak memilih untuk membeli emas dibandingkan menjualnya, dengan fokus pada jenis perhiasan yang memiliki nilai estetika tinggi.

“Untuk di Kabupaten Nganjuk menjelang Ramadan pembeli lebih banyak membeli daripada menjual emas. Adapun perhiasan yang paling diminati adalah yang terlihat elegan ketika dipakai, seperti gelang, cincin, dan kalung,” tambah Ronny Chen.

Reporter : Inna Dewi Fatimah
Editor : Tim Redaksi SRTV

Exit mobile version